Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saluran Pengendali Banjir Dibangun di KEK Mandalika

Kompas.com - 04/06/2021, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun saluran pengendali banjir di Sungai Soker dan Sungai Ngolang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) senilai Rp 28,2 miliar.

Pembangunan jaringan infrastruktur ini dilakukan demi mengurangi risiko banjir di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, termasuk sirkuit MotoGP.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, perubahan iklim menjadi tantangan dalam pengelolaan SDA di Indonesia.

Dia mengatakan, pergeseran dan perubahan masa musim hujan dan kemarau, serta pola hujan dengan durasi pendek namun intensitasnya tinggi kerap mengakibatkan banjir.

“Saya mengajak semua pihak untuk menjaga daerah tangkapan air melalui penghijauan kembali dan menahan laju alih fungsi lahan,” tutur Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Jumat (04/06/2021).

Saluran pengendali banjir KEK Mandalika ini menghubungkan (sodetan) beberapa anak sungai seperti Daerah Aliran Sungai (DAS) Tobelo, Ngolang, dan Balak yang selanjutnya dialirkan ke tampungan air Lagoon Triputri.

Baca juga: Dukung MotoGP Mandalika, Jalan Bypass Rampung September

Pada tahun lalu, telah dimulai pembangunan saluran sepanjang 7 kilometer dan dilanjutkan pada Tahun Anggaran (TA) 2021 sepanjang 2 kilometer.

Pekerjaan pembangunan saluran pengendali banjir tahun ini ini meliputi penyempurnaan kegiatan tahun lalu, box culvert, dan saluran Sungai Soker sepanjang 305 meter.

Selanjutnya, saluran ruas Novotel-Triputri sepanjang 1.200 meter, penataan Sungai Nandus sepanjang 1.230 meter, serta lanskap.

Pembangunan saluran pengendali banjir dilaksanakan oleh kontraktor PT Citra Putera La Terang.

Hingga kini, progres pembangunannya telah mencapai 22,76 persen dengan target tuntas akhir Desember 2021.

KEK Mandalika memiliki lahan seluas 1.034 hektar dengan lokasi strategis di Pulau Lombok, yakni terbentang mulai dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan.

Kawasan yang didorong menjadi salah satu destinasi wisata unggulan kelas dunia ini dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 30 menit dari Bandara Internasional Lombok. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com