Kompas.com - 17/05/2021, 15:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kayu sebagai material lantai saat ini banyak dipilih dan digunakan di rumah-rumah menengah atas.

Penggunaan lantai kayu dapat memberikan kesan artistik, perpaduan modern dan klasik, mewah dan unik.

Bagi Anda yang sedang merenovasi rumah dan mempertimbangkan untuk menggunakan lantai kayu, berikut jenis dan perbedaan antara lantai kayu keras atau solid dan lantai kayu laminasi.

1. Pembuatan kayu keras dan laminasi

Meski sama-sama bermaterial kayu, kayu laminasi memiliki perbedaan mendasar dalam pembuatannya.

Baca juga: Lebaran Usai, Bersihkan Lantai Kayu Laminasi dengan Cara Ini

Kayu laminasi adalah kayu komposit yang terbuat dari kayu olahan dengan motif kayu keras diaplikasikan di atasnya dalam bentuk laminasi.

Sederhananya kayu laminasi terdiri dari lapisan kayu tipis yang dipres atau ditumpuk dan ditempel menjadi satu.

Biasanya tebal ukuran kayu laminasi adalah seperempat sampai dengan satu setengah inci.

Sementara itu, lantai kayu keras adalah produk alami terbuat dari kayu asli, dipotong menjadi papan oleh pabrikan dengan ketebalan khas tiga perempat inci.

Kayu keras atau kayu solid ini sangat mudah dikenali karena memang merupakan kayu asli yang tanpa melalui proses penempelan.

Pada dasarnya keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satunya kayu keras karena 100 persen terbuat dari kayu asli maka jauh lebih menarik dan artistik.

Sementara, kayu laminasi terkadang terlihat lebih murah, namun kayu laminasi ini serbaguna dengan corak gambar beragam.

2. Biaya kayu keras lebih mahal

Salah satu kelemahan terbesar menggunakan lantai kayu keras atau solid ini adalah biaya dan pemasangannya yang mahal.

Ini juga tergantung pada kayu jenis apa yang digunakan. Misalnya kayu mahoni atau yang lebih mahal lagi kayu jati.

Untuk mendatangkan kayu keras dengan jumlah yang banyak juga dapat memakan biaya yang cukup besar. Karena biasanya kayu keras ini didatangkan dari daerah-daerah pedesaan.

Sebaliknya, harga kayu laminasi jauh lebih murah bahkan setengah dari harga kayu keras.

Secara pemasangan, harga kayu laminasi bisa jauh lebih murah dan Anda juga dapat memasangnya sendiri.

Karena bahannya yang tidak teralu tebal dan ukurannya yang pas sehingga mudah untuk dipasang.

Hal ini berbeda dengan kayu keras yang umumnya sangat berat dan membutuhkan usaha lebih untuk memasangnya.

Kayu keras ini biasanya harus melalui proses pemotongan, dan penghalusan lagi sebelum dipasang.

Karena itu pemasangan kayu keras ini biasa dilakukan oleh profesional.

Bahkan lantai kayu keras biasanya dibiarkan untuk menyesuaikan diri di ruangan selama minimal tiga hari.

Sementara kayu laminasi bisa dipasang dalam satu hari.

3. Kayu keras bisa bertahan hingga seumur hidup

Mengingat ketebalannya, kayu keras lebih tahan lama dan jika dirawat dengan benar, dapat bertahan seumur hidup.

Sementara kayu laminasi memiliki ketahanan sekitar 10 tahun. Tetapi kayu ini bisa bertambah hingga 4 sampai 6 tahun jika berada di ruang ber-AC atau bersuhu dingin.

Namun, kedua jenis kayu tersebut rentan memudar akibat paparan sinar matahari, serta goresan dari furnitur yang bergerak dan lalu lintas pejalan kaki.

Secara umum, kayu keras lebih cocok untuk keluarga dengan anak-anak, karena memiliki ketahanan benturan yang sangat baik.

Sebaliknya, menjatuhkan barang berat di lantai berlapis atau laminasi akan menyebabkan permukaan atas pecah.

Namun, lantai laminasi biasanya menawarkan ketahanan lebih terhadap cakar anjing dan kucing.

Pertimbangan lain dengan kedua jenis lantai ini adalah kenyataan bahwa kayu akan menyusut saat mengering.

4. Kayu laminasi lebih serbaguna

Di antara kedua opsi tersebut, kayu laminasi jelas merupakan yang paling serbaguna dalam hal penggunaan.

Kayu laminasi menawarkan ketahanan goresan, yang berarti Anda dapat meletakkannya di mana saja mulai dari kamar tidur dan ruang keluarga hingga kantor dan restoran.

Kayu laminasi juga membuatnya tidak mudah memudar, dan menjadi pilihan yang sangat baik untuk ruangan yang mendapat banyak sinar matahari.

Kayu keras, bagaimanapun, memang menambahkan sentuhan berkelas pada sebuah ruangan, dan paling baik digunakan di kamar tidur atau ruang makan.

Kayu keras tidak cocok dengan banyak lalu lintas pejalan kaki.

Selain itu, setiap goresan pada kayu keras memang dapat diperbaiki, namun hal itu tentu saja akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Jika Anda mempertimbangkan untuk menggunakan pemanas di bawah lantai, kayu laminasi adalah pilihan terbaik karena ketebalannya memungkinkan panas menyebar dengan mudah ke seluruh ruangan.

Selain itu, pemasangan lantai apung akan membuat segalanya lebih mudah untuk dipasang.

Kayu keras dapat digunakan dengan pemanas di bawah lantai, tetapi Anda perlu mendapatkan kayu rekayasa kelas khusus untuk tujuan ini.

Perlu diperhatikan bahwa baik kayu keras maupun laminasi tidak berfungsi dengan baik saat terkena kelembapan, itulah sebabnya mengapa kayu tidak ideal untuk dapur atau kamar mandi.

Kayu laminasi memang memiliki sifat tahan air dan noda, tetapi paparan kelembaban yang konstan akan menyebabkan lapisan atas membengkak dan pecah.

5. Pemeliharaan mudah 

Perawatan dan pemeliharaan lantai kayu keras dan laminasi ini sebenarnya cukup mudah dan sederhana.

Jika papan atau kayu laminasi di rumah rusak, Anda dapat dengan mudah mencopot dan menggantinya.

Sementara jika kayu keras rusak seperti terdapat goresan, penyok, dan pudar, Anda dapat memperbaiki dengan melakukan pengamplasan dan penghalusan ulang.

Saat membersihkan, hindari menggunakan kain basah atau kain pel pada salah satu jenis lantai karena air dapat menyerap ke dalam kayu, dan bisa membuat usia kayu lebih singkat atau lebih cepat rusak.

Gunakan sabun atau produk pembersih lantai yang direkomendasikan oleh produsen, tetapi hindari penggunaan lilin, minyak, atau penghilang minyak pada kayu laminasi, karena dapat merusak lapisan berbahan resin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.