Belanda Punya Lusinan Kota dengan Penduduk Kurang dari 1.000 Orang, Kok Bisa?

Kompas.com - 15/05/2021, 22:00 WIB
Ilustrasi kota Belanda. yeuque.comIlustrasi kota Belanda.

KOMPAS.com - Zaman dahulu, Belanda memiliki lusinan desa berpenduduk tak lebih,  bahkan kurang dari 1.000 orang namun diakui resmi oleh pemerintah sebagai kota.

Contohnya, Amsterdam dengan penduduk yang dihuni 1.000 orang ini telah diakui menjadi kota pada Tahun 1300. 

Sementara Rotterdam diakui sebagai kota 40 tahun setelah Amsterdam atau tepatnya Tahun 1340.

Ada juga desa lain yang diakui sebagai kota seperti Sloten dengan jumlah penduduk sebanyak 715 orang, Sint Anna ter Muiden sebanyak 50 orang, dan yang paling sedikit adalah Staverden yang dihuni tak lebih dari 30 orang.

Meski terbilang paling sedikit, Staverden diakui sebagai kota dua tahun lebih dahulu dari Amsterdam atau Tahun 1298.

Lantas, mengapa desa dengan penduduk terbilang sedikit itu bisa diakui menjadi kota oleh Pemerintah Belanda?

Melansir Yeuque, kota merupakan satu-satunya pusat permukimann yang diizinkan untuk memegang hak tertentu terkait pertahanan, perdagangan, dan perancangan hukum.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain itu, kota dapat bertindak otonom dan diizinkan untuk membangun tembok pertahanan dan memungut pajak di dalam perbatasan wilayah mereka.

Ini artinya, penduduk kota diberi lebih banyak kebebasan atas hidup mereka daripada penduduk desa.

Baca juga: Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Penduduk kota juga dapat mengatur kehidupan dan komunitas mereka sendiri tanpa adanya campur tangan langsung dari kaum bangsawan.

Sementara desa diatur oleh tuan tanah feodal dalam artian kalangan bangsawan yang mengedepankan sistem monarki.

Kaum bangsawan ini menguasai banyak tanah di desa dan bisa saja menjualnya kepada pemerintah ketika mengalami kesulitan finansial.

Jika kaum bangsawan tak bisa mengurus permukiman dan tanah yang dimiliki, maka hal itu yang membuat mereka menyerahkannya kepada Pemerintah.

Meskipun desa-desa di Belanda berubah menjadi kota, beberapa dari mereka akhirnya berkembang menjadi kota modern yang lebih besar.

Namun, hal itu bukan berarti semua desa yang berubah menjadi kota terus berkembang jadi lebih besar, namun ada juga yang tetap mempertahankan sedikit penduduk hingga saat ini.

Kendati demikian, desa-desa tersebut tetap mempertahankan gelar mereka dan masih dikenal sebagai kota di Belanda.



Sumber Yeuque
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X