Pemerintah Siapkan Rp 25,83 Miliar Tata Kawasan Kumuh di Lampung

Kompas.com - 25/03/2021, 12:00 WIB
Pengelolaan sampah di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung. Dok. Kementerian PUPR.Pengelolaan sampah di Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penataan kawasan kumuh Sakai-Sambaiyan, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung dilanjutkan tahun ini.

Penataan kawasan kumuh di wilayah itu merupakan bagian dari Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kegiatan di kawasan tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2020, di mana sejumlah infrastruktur sudah ada yang rampung dan ditargetkan selesai seluruhnya tahun ini.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, Kotaku merupakan wujud kolaborasi antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendorong dan memberdayakan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan.

Baca juga: Dengan Program Kotaku, Kampung Tua Pontianak Tak Lagi Kumuh

"Khususnya, infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya," ucap Basuki dikutip dari laman Kementerian PUPR, Kamis (25/3/2021).

Penataan kawasan kumuh Sakai-Sambaiyan mencakup lima lokasi yakni di Kecamatan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu Selatan, Kecamatan Pringsewu Utara, Desa Podomoro, dan Desa Sidoharjo dengan anggaran Tahun 2020-2021 sebesar Rp 25,83 miliar.

Untuk pekerjaan dari program Kotaku di kawasan Sakai-Sambaiyan berupa pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R), TPS Terpadu (TPST), sumur bor, pekerjaan lansekap dan utilitas, pembangunan jalan beton, talud, dan gorong-gorong.

Pada Januari 2021 lalu telah diresmikan tiga TPS3R yang berada di tiga kelurahan yaitu di Pringsewu Barat, Pringsewu Utara, serta Pringsewu Selatan oleh Bupati Pringsewu Sujadi.

Pembangunan yang telah rampung pada kegiatan skala kawasan itu di antaranya tiga gedung TPS3R, tiga titik sumur bor, lansekap dan utilitas, perkerasan jalan beton sepanjang 2,628 kilometer.

Pekerjaan perkerasaan jalan beton tersebut berada di Pringsewu Barat sepanjang 657 meter, Pringsewu Utara sepanjang 1,113 kilometer, dan Pringsewu Selatan sepanjang 856 meter.

Sementara tahun 2021, pelaksanaan pembangunan TPS Terpadu (TPST) di Pekon Podomoro dan Sidoharjo akan dilakukan.

Selain dapat menuntaskan permasalahan kumuh di Kabupaten Pringsewu, pembangunan tiga TPS3R Pringsewu ini diharapkan dapat menjadi destinasi wisata edukasi dan pemanfaatan sampah untuk dijadikan keterampilan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.