Kanada Bangun 4.777 Rumah Aman Covid-19 bagi Tunawisma, dan Masyarakat Adat

Kompas.com - 21/03/2021, 11:42 WIB
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendeklarasikan kemenangan di Montreal, Quebec, Selasa dini hari (22/10/2019). Trudeau kembali terpilih sebagai perdana menteri untuk periode kedua setelah meraih kemenangan tipis pada pemilu Kanada mengalahkan pesaingnya Partai Konservatif pimpinan Andrew Scheer. AFP /Getty Images/SEBASTIEN SY-JEANPerdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendeklarasikan kemenangan di Montreal, Quebec, Selasa dini hari (22/10/2019). Trudeau kembali terpilih sebagai perdana menteri untuk periode kedua setelah meraih kemenangan tipis pada pemilu Kanada mengalahkan pesaingnya Partai Konservatif pimpinan Andrew Scheer.

KOMPAS.com - Pemerintah Kanada melalui program Rapid Housing Initiative (RHI) akan membangun 4.777 rumah baru untuk warganya yang rentan terpapar Covid-19.

Program pembangunan rumah aman untuk Covid-19 ini diluncurkan sejak Oktober 2020 lalu dengan target awal 3.000 rumah baru.

Menteri Keluarga, Anak dan Pembangunan Sosial dan Menteri yang Bertanggung Jawab untuk Perusahaan Hipotek dan Perumahan Kanada (CMHC) Ahmed Hussen mengatakan, pemerintah telah menambahkan jumlah rumah menjadi 4.777 unit dengah anggaran 1 miliar dolar atau sekitar Rp 14,4 triliun.

"Kami ingin memastikan setiap orang Kanada memiliki tempat yang aman dari Covid-19 tetapi juga terjangkau. RHI akan membantu mereka yang paling membutuhkan, terutama bagi keluarga yang rentan," kata Ahmed seperti dikutip newswire.ca, Minggu (21/03/2021).

Baca juga: Viral Rumah 13 Meter Persegi, Komentar Warganet dan Pertimbangan Layak Huni

RHI mungkin merupakan langkah paling berani dalam satu generasi untuk mengakhiri tunawisma kronis.

"Ia tidak hanya menemukan tempat penampungan permanen bagi orang-orang yang membutuhkan, tetapi juga merupakan langkah kesehatan masyarakat yang penting untuk menjaga keamanan individu dan komunitas selama pandemi, " lanjutnya.

Ahmed menjelaskan, perumahan terjangkau adalah kunci pemulihan Kanada. Akibat pandemi Covid-19 masyarakat di berbagai negara bahkan menghadapi dampak buruk dari meningkatnya tingkat tunawisma dan kebutuhan perumahan.

RHI akan mendukung pembangunan lebih dari 4.700 unit permanen yang terjangkau untuk masyarakat Kanada, termasuk 1.806 unit yang akan dialokasikan untuk masyarakat adat.

Pemerintah Kanada juga akan memberikan dana sebesar 500 juta dolar atau sekitar Rp 7,2 triliun kepada setiap pemerintah kota di negaranya.

Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai sejumlah proyek prioritas termasuk membangun hunian atau rumah untuk masyarakat.

Baca juga: Jangan Tergoda DP 0 Persen, Ini Cicilan Rumah Subsidi yang Harus Dibayar Konsumen

Ahmed berharap dengan adanya program pembangunan rumah baru ini dapat menyerap ribuan tenaga kerja terutama di tengah pandemi Covid-19 ini.

Untuk diketahui, sejak Oktober 2020 hingga saat ini RHI telah membangun sebanyak lebih dari 1.777 rumah baru.

"RHI telah menerima minat yang signifikan dari kelompok adat, yang mengakibatkan hampir 40 persen dari semua unit yang dibuat di bawah program ini ditargetkan untuk masyarakat adat," tambah dia.

Program ini juga diprioritaskan bagi masyarakat yang berisiko menjadi tunawisma dan masyarakat yang paling rentan termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak yang melarikan diri dari kekerasan dalam rumah tangga, lansia, dewasa muda, dan masyarakat adat.

Kemudian penyandang disabilitas, orang yang berurusan dengan masalah kesehatan mental dan kecanduan, veteran, LGBTQ2 +, kelompok rasial, orang Kanada Hitam, dan imigran atau pengungsi baru.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X