Kompas.com - 26/02/2021, 09:00 WIB
Lavaya Residence and Resort, Tanjung Benoa, Bali. Ganda LandLavaya Residence and Resort, Tanjung Benoa, Bali.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis hotel, vila, dan apartemen sewa di Bali, dianggap sangat menjanjikan untuk investasi jangka panjang.

Terlebih, Pulau Dewata ini masih menjadi kawasan pariwisata favorit dunia. Bahkan, Bali dinobatkan sebagai Destinasi Paling Populer 2021 versi TripAdvisor Travellers’ Choice 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bali berhasil mengalahkan dua nominasi destinasi lainnya di dunia, yaitu ibu kota Inggris, London dan kota penuh kemewahan, Dubai.

Bahkan Roma di Italia dan Paris di Perancis yang terkenal romantis masih kalah dengan Bali.

Pulau Bali juga kerap diplot sebagai tempat pertemuan tingkat internasional seperti Kongres The Internasional Real Estate Federation (FIABCI) yang melibatkan 61 negara dengan jumlah 1,5 juta profesional dan 3.000 praktisi properti.

Baca juga: Lindenberg Hadir di Bali, Hotel 8 Kamar dengan Panorama Alami

Citra Bali yang terkenal menciptakan efek domino pada bisnis properti. Banyak kalangan, termasuk selebriti yang memilih untuk menetap di pulau seluas 5.000 hektar ini.

Salah satu pengembang yang optimistis akan prospek properti Bali adalah Gandaland. melalui PT Properti Bali Benoa, pengembang ini membangun Lavaya Residence & Resort

Pekerjaan konstruksi proyek yang berlokasi di Jalan Waja, Tanjung Benoa, Nusa Dua, ini terus berjalan.

Lavaya Residence & Resort diklaim sebagai proyek resor dan residensial premium pertama yang dikembangkan di kawasan Tanjung Benoa.

Di atas lahan seluas lebih dari 2,3 hektar, Lavaya Residence & Resort menawarkan hunian setinggi lima lantai seharga mulai dari Rp 1,7 miliar per unit.

Proyek yang mencakup 402 unit dengan total investasi mencapai Rp 1 triliun ini terserap pasar 75 persen atau 301 unit.

Baca juga: Bali Tambah Lima Hotel Baru, Dua di Antaranya Berklasifikasi Mewah

Direktur Marketing Lavaya Residence & Resort Nathalia Sunaidi mengatakan, seiring dengan terjualnya unit-unit, pembangunan fisik pun menunjukkan progres positif.

Hingga mendekati akhir Februari ini, progres konstruksi sudah mencapai 85 persen untuk Blok Utara yang langsung menghadap ke arah matahari baik saat sunrise mauapun sunset.

"Kami menargetkan, serah terima unit mulai akhir tahun 2021 ini,” kata Nathalia menjawab Kompas.com, Kamis (25/02/2021).

Untuk mempercepat penjualan hingga mencapai maksimal 100 persen, pengembang menawarkan kemudahan cara bayar dengan angsuran Rp 9 jutaan per bulan untuk pembelian satu unit.

Status properti yang ditawarkan adalah hak milik dengan jaminan sewa enam persen selama satu tahun dari Travelio.

"Pemilik tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk beli perabotan karena unit sudah dilengkapi dengan furnitur. Jadi, bisa langsung menikmati passive income,” jelas Nathalia.

Gandaland sendiri merupakan perusahaan pengembang milik Ganda Sitorus, kakak dari Martua Sitorus yang merupakan pebisnis kelapa sawit.

Keduanya tercatat mengembangkan dan memiliki pencakar langit Gama Tower di Kuningan, Jakarta Selatan, dengan bendera Gamaland.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.