Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Aneh! Perusahaan Ini Denda Karyawan yang ke Toilet Lebih dari Sekali

Kompas.com, 13 Januari 2021, 19:34 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Setiap orang tahu, toilet umum di Indonesia mematok tarif bagi siapa pun yang menggunakannya.

Namun, pernahkah Anda mendengar bahwa toilet di gedung perkantoran juga berbayar alias tidak gratis? 

Baru-baru ini, Anpu Electric Science and Technology menerapkan kebijakan nyeleneh bagi karyawannya.

Perusahaan teknologi berbasis di Dongguan, Guangzhou, China, ini memberlakukan denda 20 yuan atau setara Rp 43.519 kepada karyawan yang menggunakan toilet kantor lebih dari satu kali selama jam kerja.

Baca juga: Waspada, 8 Benda Ini Lebih Kotor ketimbang Toilet

Pada Desember tahun 2020 lalu, manajemen Anpu Electric Science and Technology telah menjatuhkan sanksi denda ini kepada tujuh karyawan mereka.

Agar mereka tak perlu repot dan menghindari masalah hukum, manajemen perusahaan akhirnya memotong bonus gaji ketujuh karyawan ini sebagai kompensasi denda atas sanksi yang dikenakan.

Akhirnya, setelah diselidiki, Pejabat Biro Sumber Daya Manusia (SDM) dan Jaminan Sosial Kota Dongguan memastikan, aturan tersebut ditetapkan ilegal.

Pejabat Biro SDM dan Jaminan Sosial Kota Dongguan pun menuntut Anpu Electric Science and Technology untuk mencabut kebijakan serta mengembalikan uang hasil denda kepada karyawan yang telah menerima sanksi. 

Meski demikian, pihak manajemen perusahaan berdalih, karyawan yang pergi ke toilet beberapa kali itu melanggar aturan internal.

Aturan tersebut hanya mengizinkan satu kali kunjungan kamar mandi per hari dan mewajibkan karyawan untuk melaporkannya kepada atasan mereka.

Baca juga: 4 Bahan Alami Usir Bau Toilet Saat Musim Hujan

Salah seorang manajer perusahaan yang tidak disebutkan namanya ini menjelaskan, kebijakan itu dilakukan karena beberapa karyawan kedapatan merokok di toilet.

Dia juga mengklaim, para karyawan menyalahgunakan izin ke toilet itu untuk lebih sedikit bekerja dan bermalas-malasan.

"Faktanya, para pekerja itu malas bekerja. Manajemen telah berkali-kali berbicara dengan para pekerja ini, tetapi belum mencapai hasil positif." ujar dia seperti dikutip dari Entrepreneur, Rabu (13/1/2021).

Dia menambahkan, perusahaan memilih untuk menerapkan aturan ketat terhadap karyawan daripada memecat mereka karena sulit untuk mendapatkan pengganti baru.

Tentu saja, kebijakan perusahaan teknologi ini menuai pro dan kontra di bagi para pengguna sosial media.

“Saya bersimpati dengan perusahaan ini, mereka terpaksa harus menghukum karyawan dengan cara demikian. Beberapa karyawan terlalu lama menggunakan kamar mandi dan sering menggunakannya tentu kan merugikan perusahaan," tulis seorang warganet di situs 163.

Namun, tak sedikit juga warganet yang mengecam tindakan perusahaan dengan menghukum karyawan menggunakan cara tersebut.

“Untuk mengejar efisiensi tinggi, perusahaan harus mengadopsi cara-cara dengan memberikan apresiasi kepada pekerja. Tapi, ini justru terlalu banyak pembatasan dan eksploitasi yang akan membuat pekerja terus tertekan dan kehilangan energi serta konsentrasi," ujar warganet lainnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau