Kompas.com - 30/12/2020, 15:00 WIB
Suasana ruang tunggu penumpang di Bandara SAMS Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (19/5/2020). Dok. Humas AP I SAMS Balikpapan Suasana ruang tunggu penumpang di Bandara SAMS Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (19/5/2020).

Terlebih, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menjadi pelajaran berharga untuk melakukan reformasi terutama dalam menyediakan konsep ruang tunggu.

"Saat ini konsep ruang tunggu itu sebenarnya sudah bisa divirtualkan, misalnya menggunakan platform manajemen tunggu seluler atau manajemen antrian yang dapat dibuat menggunakan aplikasi," tutur Ziad.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan aplikasi ruang tunggu selular itu, memungkinkan orang bergabung dengan saluran virtual dari ponsel mereka, mendapatkan jadwal tunggu, dapat juga berkeliaran dengan bebas saat mereka menunggu.

Selain itu, mereka bisa menerima pemberitahuan saat giliran mereka mendekat, dengan menunggu pembaruan ramalan secara real time, dan bahkan kemampuan untuk memilih waktu yang mereka inginkan untuk dilayani.

Ziad mencontohkan, membangun sebuah gedung rumah sakit tentu memakan biaya yang sangat besar.

Karenanya lebih baik alokasi pembangunan ruang tunggu di rumah sakit dapat dialihkan untuk pembangunan ruang dalam, atau ruang istirahat atau kantin.

"Dengan membangun kantin, atau ruang istirahat maka akan menjadi solusi yang saling menguntungkan terutama bagi pasien," imbuh Ziad.

Sementara, lobi di rumah sakit yang biasa digunakan sebagai ruang tunggu dapat dijadikan sebagai ruang tunggu virtual. Di dalamnya hanya tersedia restoran fisik, apotek, dan kantin.

"Kita sekarang hidup di dunia penyebaran dan kenyamanan yang digerakkan oleh aplikasi. Karenanya ada kesempatan untuk meminimalkan ruang tunggu fisik dan beralih ke sistem tunggu secara virtual, sehingga kedepan tidak perlu lagi ada ruang tunggu," tuntas Ziad.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.