Bisnis Hotel di Jakarta Bakal Pulih, Pasokan Bertambah Jadi 58.635 Kamar

Kompas.com - 29/12/2020, 11:30 WIB
Ilustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan. Dok. Puskompublik KemenparekrafIlustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar hotel Jakarta diprediksi pulih tahun 2021, ditandai meningkatnya permintaan kamar.

Pemulihan ini akan terjadi secara bertahap dan diprediksi bakal memimpin perputaran industri secara Nasional.

Direktur riset dan investasi Leads Property Indonesia Kazim Ali Bokhari menjelaskan, tahun 2021 pasokan hotel di Jakarta juga akan bertambah secara signifikan.

Hal itu terjadi karena banyak pengembang properti dan pengelola yang menunda pembukaan hotelnya pada tahun 2020.

"Tahun berikutnya diperkirakan akan masuk tambahan pasokan yang signifikan. Di antaranya berasal dari penundaan pembukaan tahun ini termasuk Hotel Park Hyatt Jakarta dan Hotel Sutasoma," ungkap Kazim.

Baca juga: Ambil Alih Marriott Jogjakarta, Pakuwon Punya 8 Aset Hotel

Hingga saat ini, jumlah hotel di Jakarta sebanyak 309 properti dan diprediksi akan bertambah menjadi 329 hotel atau naik 6,47 persen pada tahun 2021.

Sementara itu, jumlah kamar mencapai 54.195 unit yang akan berubah 8,19 persen menjadi 58.635 unit tahun depan.

Kazim menuturkan meski diprediksi akan pulih dan terjadi peningkatan, persaingan pasar hotel di Jakarta pada tahun 2021 tentu saja semakin ketat.

Kata dia, hanya hotel-hotel yang dapat beradaptasi dengan kebiasaan barulah yang dapat bertahan.

"Perjalanan bisnis kembali membawa pasar ke jalur positif ke jalur pra-pandemi yang diharapkan terjadi pada tahun 2022," ujar dia.

Dia menambahkan terdapat tiga perubahan tren hotel di Jakarta pada 2021 yaitu:

1. Kesehatan adalah kemewahan baru

Protokol keselamatan dan kesehatan tetap ada karena hotel berusaha meningkatkan sentimen di antara calon tamu.

2. Lebih sedikit kontak dan lebih banyak otomatisasi

Signifikansi penerapan teknologi akan terus meningkat. Sebagian dipercepat karena pergeseran perilaku konsumen pasca-pandemi.

Penerapannya termasuk contactless check-in, pembayaran elektronik, smart room, dan robotisasi petugas.

3. Personalisasi dan pengalaman mendalam

Saat persaingan semakin ketat, sentuhan pribadi pada preferensi dan permintaan tamu serta pengalaman unik yang ditawarkan kepada para tamu bisa sangat bermanfaat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X