Menara Eiffel di Kampung Sarosah, Sampah Visual Perenggut Keindahan Alam

Kompas.com - 20/12/2020, 09:32 WIB
Bangunan ikonik bergaya Eropa di Kampung Sarosah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Facebook Bambang EryudhawanBangunan ikonik bergaya Eropa di Kampung Sarosah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernahkah Anda melihat Menara Eiffel di Merapi Park Yogyakarta dan Punti Kayu Palembang? Atau warna-warni arsitektural khas Skandinavian di sejumlah kabupaten di Indonesia? 

Inilah fenomena terkini yang memenuhi ruang-ruang publik kita. Ikon-ikon wisata dunia dibangun dan dipaksa menjadi ikon domestik dengan tujuan untuk menarik minat wisatawan.

Alhasil, kota dan kabupaten yang terobsesi menjadi popular itu hilang daya tarik inherennya. Tak lagi ada ciri khas, tradisi, dan akar budaya yang menawarkan keragaman.

Yang ada hanya duplikasi, imitasi, dan jalan pintas yang minim kreativitas dan kemalasan pemerintahan daerah (pemda).

Termasuk yang terjadi di Kampung Sarosah yang berlokasi di Lembah Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Sumatera Barat.

Baca juga: Pengamat: Kampung Warna-warni Jakarta, Hanya Kosmetik

Kampung ini beken dan viral di media sosial, karena menawarkan obyek wisata Eropa macam kincir angin yang dibangun tepat di belakang dua bukit Lembah Harau.

Tempat wisata bernama Kampung Sarosah di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.dok. Instagram @kampuangsarosah Tempat wisata bernama Kampung Sarosah di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.
Imitasi ikon wistawa ini menuai kritik tajam dari sejumlah kalangan karena merusak panorama alam sekitar yang ciamik dan natural.

Kepada Kompas.com, Urbanis sekaligus Anggota Tim Ahli Cagar Budaya DKI Jakarta Bambang Eryudhawan menyayangkan fenomena ini.

Dia menyebut bangunan wisata Eropa itu sebagai sampah visual yang menganggu masyarakat yang ingin menikmati keindahan alam sekitar.

"Masalahnya orang yang mencintai panorama alam yang indah sekarang terusik dong dengan kehadiran bangunan itu. Itu sampah visual," kata Bambang, Kamis (17/12/2020).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X