Sirkulasi Cahaya Buruk Berdampak pada Kesehatan Karyawan

Kompas.com - 30/11/2020, 14:51 WIB
Ilustrasi ruang kerja. Justin CoitIlustrasi ruang kerja.

Namun, sebaliknya ketika akses ke sinar matahari alami sangat terbatas di musim dingin, banyak yang merasa stres dan menderita gangguan afektif musiman (SAD).

Hasilnya juga menunjukkan bahwa 25 persen responden merasa frustrasi karena harus menghadapi pencahayaan yang buruk di tempat kerja mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Supervisor psikologi anak di NYU Lagone Medical center Joe Taravella, mengatakan
hanya 13-15 menit paparan cahaya alami sudah cukup untuk memicu pelepasan endorfin atau "hormon bahagia".

"Paparan cahaya matahari alami ini sebenarnya sangat dibutuhkan, paling tidak 13-15 menit saja itu sudah cukup untuk memicu pelepasan endorfin atau hormon bahagia," kata Joe.

Penelitian oleh Staples menyebut bahwa 68 persen dari tenaga kerja yang disurvei mengakui bahwa mereka akan merasa lebih dihargai jika perusahaan tersebut mempertimbangkan kesehatan dan kesejahteraan mereka dan berinvestasi dalam pencahayaan yang dibutuhkan.

Halaman:


Sumber Forbes
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.