Tahun 2021, Penataan Lima KSPN Super Prioritas Ditargetkan Rampung

Kompas.com - 14/11/2020, 09:13 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pekerjaan infrastruktur penataan trotoan KSPN Borobudur, Jamat (13/11/2020). Kementerian PUPRMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pekerjaan infrastruktur penataan trotoan KSPN Borobudur, Jamat (13/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan penataan lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) rampung pada 2021 mendatang.

Kelima KSPN tersebut adalah Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika, Danau Toba, dan Manado-Bitung-Likupang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"2021 selesai, kalau 2021 pasti selesai," kata Basuki, Jumat (13/11/2020).

Basuki mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perbaikan hunian penduduk melalui sebuah rencana induk pembangunan infrastruktur.

Di KSPN Borobudur, saat ini Kementerian PUPR tengah menggenjot pembangunan empat pintu masuk ke Borobudur yakni dari arah Kulonprogo, Temanggung, Purworejo, dan Semarang.

Baca juga: Bedah Rumah di KSPN Borobudur, Pemerintah Kucurkan Rp 55,6 Miliar

"Salah satunya Kulonprogo itu yang ke arah Bandara, akses jalannya kami perlebar dengan titik temu Gerbang Klangon," jelas Basuki.

Peningkatan infrastruktur akses jalan dan jembatan ini dianggarkan senilai Rp 291,3 miliar. Meliputi preservasi Jalan Pringsurat-Secang-Keprekan sepanjang 36,9 kilometer dan jembatan 154,7 meter dengan anggaran Rp 77,17 miliar.

Kemudian ruas Batas Kota Magelang-Keprekan akan dilakukan perbaikan trotoar dan drainase, perbaikan Simpang Blondo dan Keprekan, serta rehabilitasi jalan sepanjang 8,5 kilometer.

Selanjutnya adalah Preservasi Jalan Keprekan-Muntilan-Salam sepanjang 12,27 kilometer dan jembatan 499,6 meter dengan anggaran Rp 65,65 miliar.

Preservasi juga dilakukan pada Jalan Keprekan-Borobudur sepanjang 9,89 kilometer, terdapat penanganan jembatan sepanjang 226,6 meter, dan drainase trotoar 2.97 kilometer, dengan anggaran Rp 50,37 miliar.

Rehabilitasi jalan selanjutnya dilakukan pada akses KSPN Borobudur di ruas Salaman-Borobudur dan Jalan Balaputradewa dengan total panjang 14,82 kilometer, berikut penanganan jembatan sepanjang 60 meter dan trotoar sepanjang 2.5 kilometer.

Preservasi juga dilakukan pada Jalan Keprekan-Borobudur sepanjang 9,89 kilometer, terdapat penanganan jembatan sepanjang 226,6 meter, dan drainase trotoar 2.97 kilometer, dengan anggaran Rp 50,37 miliar.

Rehabilitasi jalan selanjutnya dilakukan pada akses KSPN Borobudur di ruas Salaman-Borobudur dan Jalan Balaputradewa dengan total panjang 14,82 kilometer, berikut penanganan jembatan sepanjang 60 meter dan trotoar sepanjang 2.5 kilometer.

Anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 42,08 miliar untuk pekerjaan ruas tersebut dengan progres 10,32 persen dan akan dilanjutkan pada tahun 2021.

Pekerjaan preservasi selanjutnya ruas Jalan Yogyakarta-Tempel-Pakem-Prambanan 61,67 kilometer, termasuk preservasi jembatan sepanjang 1.41 kilometer dan trotoar sepanjang 70,67 kilometer senilai Rp 13,87 miliar.

Ruas keenam yang ditangani adalah Pelebaran Jalan Sentolo-Nanggulan-Dekso sepanjang 15,6 kilometer dengan anggaran sebesar Rp 22,18 miliar.

Terakhir, akan kembali dibangun Jembatan Kali Progo sepanjang 75 meter yang mengalami kerusakan akibat diterjang banjir besar pada Maret 2020 lalu dengan anggaran Rp 20 miliar.

Selain itu, dibangun 12 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) untuk melayani 400 rumah tangga.

Kemudian Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) dengan anggaran Rp 58,2 miliar untuk 733 unit.

Jumlah ini terbagi dua, 355 unit untuk pembangunan di sekitar koridor KSPN Borobodur, dan homestay sebanyak 378 unit.

Selanjutnya pembangunan Gerbang Palbapang dan penataan koridor Jalan Mayor Kusen dengan dana Rp 150 miliar.

Kemudian pembangunan Gerbang Klangon dan penataan jalan Klaben, Gerbang Wisata Borobudur serta Penataan parkir, Drop Off dan Koridor pedagang Kaki Lima di kawasan Candi Mendut mendapat alokasi Rp 70 miliar.

 

Untuk diketahui, guna membangun infrastruktur dan menata lima KPSN Super Prioritas ini, Pemerintah mengucurkan dana Rp 7,1 triliun tahun 2020.

Anggaran tersebut melonjak signifikan bila dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 1,7 triliun.

Kelima KSPN Super Prioritas tersebut merupakan bagian dari 10 "Bali Baru" yang dikembangkan pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

Sektor pariwisata diharapkan menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal.

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.