Makin Canggih, 5 Inovasi Industri Desain Arsitektur yang Mengubah Dunia…

Kompas.com - 13/11/2020, 08:43 WIB
Dalam mendesain keajaiban modern seperti Menara Jeddah dan Burj Khalifa, para arsitek dan desainer membutuhkan kemampuan andal agar bisa mengintegrasikan inovasi-inovasi teknologi terdepan. DOK. SHUTTERSTOCKDalam mendesain keajaiban modern seperti Menara Jeddah dan Burj Khalifa, para arsitek dan desainer membutuhkan kemampuan andal agar bisa mengintegrasikan inovasi-inovasi teknologi terdepan.
|

KOMPAS.com – Dalam beberapa tahun mendatang, rekor menara tertinggi di dunia tampaknya akan berpindah tangan.

Dengan tinggi mencapai 1.000 meter (1 kilometer), Menara Jeddah atau Jeddah Tower yang berada di Arab Saudi akan mengalahkan Burj Khalifa (828 meter) yang berlokasi di Dubai, Uni Emirat Arab.

Proyek tersebut dinilai menjadi lompatan besar yang pernah terjadi di dunia desain arsitektur. Pasalnya, bangunan ini akan menjadi observatorium tertinggi di dunia dan memiliki balkon outdoor berdiameter 98 kaki.

Dalam mendesain keajaiban modern tersebut, para arsitek dan desainer membutuhkan kemampuan andal agar bisa mengintegrasikan inovasi-inovasi teknologi terdepan. Selain itu, dibutuhkan pula kolaborasi digital di seluruh tim agar kerja tetap optimal.

Setidaknya, terdapat lima inovasi teknologi yang mengubah wajah industri desain arsitektur di masa kini. Untuk tahu lebih mendalam, simak ulasan yang Kompas.com rangkum dari buku Reaching Beyond: The innovations driving the next wave of high rise berikut.

Virtual reality

Sesuai namanya, virtual reality (VR) atau realitas virtual adalah teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan melalui komputer. Inilah yang kemudian menjadi salah satu teknologi andalan dalam merancang sebuah bangunan.

Tak hanya itu, teknologi VR juga bisa digunakan untuk presentasi kerangka desain, membuat maket desain awal (mock up), kolaborasi proyek antar-stakeholder, dan finalisasi desain bangunan. Dengan keunggulan yang ditawarkan, teknologi VR membantu dan bahkan mempercepat kerja desainer serta arsitektur.

Misalnya, ketika desainer ingin melakukan render beberapa desain, seperti mengatur pencahayaan dan tata letak bangunan, mereka bisa mengerjakannya secara real time. Jelas ini berbeda dengan teknologi komputer 3D yang harus memakan waktu lebih lama untuk melakukan render pada desainnya.

Virtual reality menjadi salah satu teknologi yang dimanfaatkan oleh arsitektur dalam membangun gedung pencakar langit.DOK. SHUTTERSTOCK Virtual reality menjadi salah satu teknologi yang dimanfaatkan oleh arsitektur dalam membangun gedung pencakar langit.

Inovasi bahan material berkelanjutan

Konstruksi yang baik tak hanya mengunggulkan teknologi dalam pembangunannya, tetapi juga yang memberikan efek berkelanjutan ( sustainable). Pasalnya, industri konstruksi memiliki pengaruh terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di sekitarnya.

Ketiga aspek tersebut perlu diutamakan sehingga pembangunan tidak mengorbankan kebutuhan generasi masa depan. Salah satu yang menjadi kunci mewujudkan hal ini adalah penggunaan bahan material berkelanjutan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X