JAKARTA, KOMPAS.com - Pengeluaran rumah tangga di sektor perumahan bisa meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,6 hingga 1,4 persen dan menyerap tenaga kerja sebanyak 4,23 juta orang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan hal itu dalam sambutannya pada acara Property Fiesta Virtual Expo 2020, Kamis (15/10/2020).
"Artinya, setiap pembiayaan dalam sektor perumahan dari sisi pembelian dan peningkatan kegiatan sektor konstruksi memiliki dampak besar bagi perekonomian," jelas Sri Mulyani.
Dia mengungkapkan, sektor perumahan berkontribusi besar untuk menumbuhkan sektor turunan dan sektor lainnya.
Sebut saja, sektor perdagangan mobil dan motor, jasa real estat, pendidikan, serta dari sisi perkembangan jasa atau pelayanan lainnya.
Oleh karena itu, Pemerintah menyadari kebutuhan akan hunian menjadi hak yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), backlog perumahan mencapai 7,6 juta unit pada awal tahun 2020.
Sri Mulyani mengungkapkan, sebagian besar kebutuhan hunian berasal dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Baca juga: Penjualan Rumah di Bawah Rp 1,5 Miliar Melonjak 83 Persen
Backlog tersebut merupakan suatu kebutuhan untuk perhitungan ideal, satu rumah ditempati satu rumah tangga atau keluarga.
Dalam hal ini, Kementerian Keuangan bersama dengan Kementerian PUPR serta pemangku kepentingan lainnya berupaya untuk bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dia juga mengapresiasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Real Estat Indonesia (REI), PT Dyandra Promosindo, serta Pinhome dalam penyelenggaraan pameran properti virtual, Property Fiesta Virtual Expo.
"Semoga ini bisa meningkatkan minat masyarakat untuk kembali melakukan pembelian berbagai produk properti dan membantu perekonomian Indonesia segera pulih," tutup Sri Mulyani.
Pameran properti virtual tersebut menghadirkan pengembang rumah dengan menawarkan beragam promo bagi konsumen.
Acara itu berlangsung selama 18 hari yakni, mulai Kamis (15/10/2020) hingga Minggu (1/11/2020)
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.