Tak Hanya Jakarta, Perkantoran Asia Pasifik Anjlok 56 Persen

Kompas.com - 19/08/2020, 14:54 WIB
Massa pro-democrasi berkumpul dalam demonstrasi di pusat kota Hong Kong, 29 September 2014. Demonstrasi dilakukan untuk menentang keputusan pemerintah Beijing yang meniadakan pemilihan langsung untuk penguasa wilayah Hongkong pada 2017. AFP PHOTO / AARON TAMMassa pro-democrasi berkumpul dalam demonstrasi di pusat kota Hong Kong, 29 September 2014. Demonstrasi dilakukan untuk menentang keputusan pemerintah Beijing yang meniadakan pemilihan langsung untuk penguasa wilayah Hongkong pada 2017.

Turunnya tingkat serapan ini berdampak pada tarif sewa yang juga ikut merosot sepanjang semester I-2020.

Penurunan tarif sewa efektif hingga lima persen ini akan terus berlanjut pada semester II -2020.

Tingkat kekosongan

Tak ayal, tingkat kekosongan atau vacancy rate juga bakal terus meluas dengan angka bersih bertambah hingga 11,4 persen. 

Tingkat kekosongan ini akan mencapai puncaknya pada akhir 2022 dengan pertumbuhan mencapai 14,5 persen.

Angka ini akan sedikit berkurang menjadi 13,3 persen pada 2024. Bagi pemilik gedung, ini berarti periode berkelanjutan hampir tiga tahun, di mana banyak pasar Asia Pasifik akan terus berburu penyewa.

Hal ini sekaligus memberikan kesempatan bagi pemilik gedung untuk mengunci transaksi dengan strategi jangka panjang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X