RTRW Ganjal Pembangunan Properti, Ini Tanggapan Sofyan Djalil

Kompas.com - 24/07/2020, 20:11 WIB
Hingga tahun 2024, sebanyak 13,1 juta orang diproyeksikan menjadi peserta Tapera. SHUTTERSSTOCK/RUSTLEHingga tahun 2024, sebanyak 13,1 juta orang diproyeksikan menjadi peserta Tapera.

Pemerintah diminta untuk menyelaraskan pemahaman Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di tiap kabupaten/kota.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengutarakan, permasalahan RTRW utamanya banyak terjadi di daerah.

"Kita kan persetujuan substansi saja sampai di Jakarta. Saya ingin membuat supaya nanti tata ruang lebih partisipatif dalam menyusunnya," kata Sofyan.

Dengan demikian, menurut Sofyan, REI harus turut andil dalam penyusunan RTRW. Tidak hanya mengandalkan Bupati, Dinas Tata Ruang, dan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda).

"RTRW dapat dibuat secara partisipatif," imbuh dia.

Bahkan, Sofyan akan mengajak Dirjen Tata Ruang untuk membentuk komite di daerah yang melibatkan banyak pihak.

"Bukan saja Pemerintah, tapi juga universitas dan stakeholders (pemangku kepentingan) yang lain," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan begitu, RTRW akan mencerminkan kondisi yang ideal karena mendengarkan pendapat dari banyak pihak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X