Kompas.com - 10/07/2020, 09:00 WIB
Ilustrasi apartemen. Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan ShutterstockIlustrasi apartemen. Apartemen menjadi alternatif hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga permintaan rata-rata (asking price) terkini apartemen di Jakarta stagnan, menyusul seretnya penjualan seiring melemahnya daya beli masyarakat.

Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto mengatakan hal itu sat konferensi virtual pada Rabu (8/7/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Ferry, harga rata-rata apartemen pada Kuartal II-2020 hanya bergeser sedikit Rp 50.000 menjadi Rp 34,95 juta per meter persegi.

Angka ini berubah tipis 0,1 persen secara kuartalan, dari Kuartal II terhadap Kuartal I, sementara secara tahunan hanya berubah 1,5 persen.

"Sebagian besar pengembang memutuskan untuk tidak melakukan perubahan harga karena unit mereka akan menjadi lebih tidak terjangkau jika mereka mematok angka lebih tinggi," kata Ferry.

Baca juga: Hak Guna Ruang Apartemen, LRT, dan MRT Diusulkan Segera Dibentuk

Berikut ini harga rata-rata apartemen di tiga kawasan; Central Business District Jakarta (CBD), Jakarta Selatan, dan di luar area primer.

Di CBD Jakarta, harga permintaan rata-rata Rp 52,1 juta per meter persegi, sementara di Jakarta Selatan mencapai Rp 39,2 juta per meter persegi, dan di luar area primer sekitar Rp 26,6 juta.

Ferry berasumsi bahwa harga permintaan akan tetap stagnan pada kuartal berikutnya. 

Sementara untuk apartemen sewa servis dan non servis, tidak ada pasokan baru yang masuk pasar, sehingga secara kumulatif jumlahnya mencapai 5.701 unit.

Angka ini akan tetap bertahan jika pipa pengembangan apartemen sewa tidak selesai karena terhambat Pandemi Covid-19.

Namun, dalam empat tahun ke depan, Jakarta diharapkan dapat menambah jumlah apartemen sewa sebanyak 1.395 unit dari delapan proyek.

Adapun kinerja apartemen sewa selama Kuartal II-2020 tidak mengalami perubahan dibanding periode sebelumnya.

Hal ini karena berkurangnya aktivitas kunjungan lapangan dan transaksi penyewaan yang tertunda sebagai dampak ganda dari Hari Raya Idul Fitri dan Pandemi Covid-19.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan jumlah kunjungan orang asing ke Indonesia jauh berkurang.

Akibatnya, apartemen sewa servis hanya mengandalkan tamu jangka panjang sebagai sumber pemasukan dengan harga sewa rata-rata di CBD Jakarta sekitar Rp 425.000 per meter persegi perbulan, dan di Jakarta Selatan sekitar Rp 360.000 per meter persgei per bulan.

"Kami memperkirakan tingkat hunian akan berada pada tingkat rata-rata 50-55 persen, mengingat permintaan penyewaan di pasar terbatas hingga akhir tahun 2020," tuntas Ferry.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.