Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tol Pekanbaru-Dumai dengan Terowongan Gajah Segera Beroperasi

Kompas.com, 9 Juli 2020, 18:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Progres pembangunan fisik Jalan Tol Pekanbaru-Dumai telah mencapai 99,07 persen dan ditargetkan dapat beroperasi penuh dalam waktu dekat.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah melakukan Uji Laik Fungsi (ULF).

Proses ULF tersebut dilakukan mulai dari Seksi II (Minas-Kandis Selatan) hingga Seksi VI ( Duri Utama-Dumai).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, kehadiran tol yang dirancang sepanjang 131 kilometer ini dapat mempersingkat jarak tempuh dari Pekanbaru-Dumai atau sebaliknya.

Ketika melalui jalan nasional, pengendara perlu membutuhkan jarak tempuh sepanjang 200 kilometer.

Kehadiran tol ini juga akan meningkatkan konektivitas antara Ibukota Provinsi Riau ini dengan Dumai sebagai kota pelabuhan dengan industri perminyakan dan agribisnis yang maju.

"Saya kira, truk pengangkut bahan seperti sawit bisa pindah menggunakan jalan tol dengan pertimbangan hitungan waktu. Dengan tol ini, pengguna dapat menghitung waktu perjalanan bahkan dari asal sampai ke pabrik,” ungkap Basuki dalam siaran pers, Kamis (9/7/2020).

Tol Pekanbaru–Dumai terdiri dari enam seksi yakni Seksi I Pekanbaru–Minas sepanjang 9,5 kilometer, Seksi II Minas–Petapahan sepanjang 24,1 kilometer, dan Seksi III Petapahan–Kandis Utara sepanjang 16,9 kilometer.

Lalu, Seksi IV Kandis Utara–Duri Selatan sepanjang 26,25 kilometer, Seksi V Duri Selatan–Duri Utara sepanjang 29,4 kilometer, dan Seksi VI Duri Utara–Dumai sepanjang 25,44 kilometer.

Tol ini dilengkapi dengan 10 Tempat Peristirahatan dan Pelayanan (TIP), yang terdiri dari 5 TIP arah Kota Pekanbaru dan 5 TIP arah Kota Dumai.

Baca juga: Tol Permai Bisa Dilintasi 15 Mei, Pekanbaru-Dumai Cuma 3 Jam

Di samping itu, ruas tol ini memiliki empat terowongan perlintasan gajah sebagai bentuk harmonisasi infrastruktur dengan alam.

Terowongan gajah disiapkan dengan bentang 25 hingga 45 meter dan tinggi 5,1 meter serta tanaman hijau agar menyerupai habitat asli.

Terowongan ini dibangun karena di Seksi IV Kandis Utara–Duri ini melintasi Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja dan Siak Kecil, dimana keduanya merupakan koridor perlintasan Gajah Sumatera dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor.

Tol Pekanbaru-Dumai (Permai).Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Tol Pekanbaru-Dumai (Permai).

Tol Pekanbaru–Dumai dikerjakan mulai Juli tahun 2017 dengan skema penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya dengan anggaran Rp 16,21 triliun.

Saat ini, Seksi I Pekanbaru-Minas sepanjang 9,5 kilometer telah dibuka secara fungsional mulai bulan Mei 2020.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau