JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Sarana Permukiman Wilayah (BPPW) Daerah Istimewa Yogyakarta Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah membangun Gerbang Klangon di Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pembangunan Gerbang Klangon ini telah dilakukan sejak 6 Maret dan ditargetkan selesai pada 30 November dengan capaian progres saat ini 22,7 persen.
Adapun dana yang dibutuhkan untuk membangun Gerbang Klangon senilai Rp 21,3 miliar dengan lingkup pekerjaan pembangunan Gerbang Klangon dan rest-area Klangon.
Gerbang ini dibangun sebagai pendukung salah satu dari lima pengembangan infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yakni, Candi Borobudur.
Sebagaimana diketahui kawasan Borobudur telah ditetapkan sebagai salah satu KSPN Prioritas atau 10 “Bali Baru” yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan infrastruktur pada setiap KSPN direncanakan secara terpadu, baik penataan kawasan, jalan, penyediaan air baku dan bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, serta perbaikan hunian penduduk.
Baca juga: Dukung KSPN Danau Toba, Konstruksi Alur Tano Ponggol 93,5 Persen
“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya. Kemudian fasilitas dan baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus dijaga betul," ucap Basuki dalam siaran pers, Sabtu (4/7/2020).
Sebagai informasi, Gerbang Klangon menjadi titik peristirahatan wisatawan yang memulai perjalanan dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Candi Borobudur.
Penataan gerbang yang terletak di Jalan Nanggulan Mendut, Karang Reso, Kecamatan Kali Bawang, Kabupaten Kulon Progo tersebut meliputi pembangunan pusat informasi wisata dan patung Klangon, pusat kuliner, kios oleh-oleh, mushola, deck view point, area parkir, Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST), serta toilet.
Selain itu, Pemerintah juga melakukan dilakukan penataan jalur pejalan kaki/trotoar, drainase, lanskap di jalur eksisting, serta membangun relief dari batu.
Dengan penataan koridor utama Candi borobudur diharapkan mampu menciptakan penataan ruang publik yang sesuai dengan karakteristik dan kearifan lokal budaya daerah melalui berbagai macam strategi.
Sebab, pariwisata menjadi sektor andalan untuk mendatangkan devisa, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal pasca Pandemi Covid-19.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.