Rata-rata Tarif Sewa Co-working Space Rp 1,6 Juta Per Bulan

Kompas.com - 30/06/2020, 19:30 WIB
Ilustrasi co-working space SHUTTERSTOCKIlustrasi co-working space

JAKARTA, KOMPAS.com - Bisnis ruang kerja bersama atau co-working space di Jakarta pada semester I-2020 masih mencatatkan pertumbuhan.

Director Research Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan, selama paruh pertama tahun 2020, pasar co-working space Jakarta mengalami sedikit penambahan ruang baru, yakni 15.000 meter persegi.

Adapun rata-rata tarif ruang kerja bersama sekitar Rp 110.000 per pax per hari. Sedangkan rata-rata tarif per bulannya mencapai Rp 1,6 juta per pax.

"Sedangkan harga rata-rata dedicated desk (meja khusus yang sudah dipesan) per bulannya sekitar Rp 2,1 juta per pax," ucap Anton dalam laporan yang dikutip Kompas.com, Senin (29/6/2020).

Baca juga: 180 Operator Berebut Ruang Co-working Space di Jakarta

Di sisi lain, tarif sewa untuk ruang pribadi bagi bisnis yang lebih besar memiliki rentang harga yang bervariasi, mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 100 juta per bulan (ruang kerja untuk satu orang atau tim beranggotakan lebih dari 20 orang).

Anton menambahkan, di Indonesia terdapat 200 operator co-working space. Sebanyak 90 persen di antaranya berada di Jakarta.

Dia menambahkan, selama semester I-2020, pasar co-working space Jakarta hanya mengalami sedikit penambahan ruang baru, yakni sebanyak 15.000 meter persegi.

"Dengan ekspansi baru, total luas ruang kerja bersama saat ini sekitar 200.000 meter persegi," tutur Anton.

Dari jumlah tersebut, operator CoHive menempati porsi 32 persen lalu diikuti oleh WeWork dengan persentasi 14 persen.

Selanjutnya, operator GoWork berada di urutan ketiga dengan persentase sebesar 11 persen.

Lainnya yakni Kolega, UnionSPACE, dan Wellcpaces.co, JustCo masing-masing mengokupasi 6 persen, 5 persen, 3 persen, dan 3 persen.

Baca juga: Co-Working Space Diprediksi Tumbuh Lambat Sampai 2021

Operator lain seperti Connect, Conclave, dan Werkspace masing-masing sebesar 2 persen. Sedangkan sisanya yakni 20 persen diokupasi oleh operator lainnya.

Sementara berdasarkan lokasi, sebagian besar atau 64 persen ruang kerja bersama berada di area Central Business District (CBD).

Menurut Anton, untuk area non-CBD, Jakarta Selatan memiliki pasokan ruang kerja dengan persentase terbesar yakni 18 persen dan diikuti oleh Jakarta Pusat sebanyak 7 persen.

Kemudian Jakarta Utara dengan persentase sebanyak 6 persen serta Jakarta Barat sebanyak 5 persen.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X