"Food Estate" dan Kilas Balik Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar

Kompas.com - 24/06/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi sawah SHUTTERSTOCK.com/JET ROCKKKKIlustrasi sawah

Sebaliknya, ekosistem gambut, memiliki fungsi pengaturan iklim. Lahan jenis ini menyimpan karbon di dalamnya.

Jika terbakar, karbon yang dihasilkan bukan hanya berasal dari proses pembakaran, namun juga dari lahan yang terbakar.

"Kalau itu terjadi terus menerus, dampaknya ada pada perubahan iklim yang risikonya tinggi," ucap Wahyu, Senin (15/6/2020).

Hal ini sudah terbukti, ketika PLG dikerjakan, kerusakan lingkungan dan ekosistem di lahan cukup besar.

Dampaknya bukan hanya terjadi pada ekosistem lingkungan, namun juga terhadap kondisi sosial serta ekonomi warga transmigran.

Para transmigran mulai resah karena jaminan hidup mendekati akhir, namun lahan yang mereka garap belum membuahkan hasil.

Sementara itu, penduduk lokal yang mata pencariannya punah akibat pembukaan lahan tersebut, menuntut ganti rugi.

Pada akhirnya, megaproyek ini pun dihentikan.

Presiden kemudian mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 80 Tahun 1999 tentang Pedoman Umum Perencanaan dan Pengelolaan Pengembangan Lahan Gambut di Kalteng.

Melalui keppres ini, Presiden menginstruksikan untuk melakukan pemulihan lahan gambut.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X