"Food Estate" dan Kilas Balik Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar

Kompas.com - 24/06/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi sawah SHUTTERSTOCK.com/JET ROCKKKKIlustrasi sawah

Kepala Proyek PLG Pertanian Balubu Siregar, seperti diberitakan Harian Kompas 21 Agustus 1998, menuturkan, tanah aluvial di lahan tersebut seluas 400.000 hektar.

Paling tidak sudah 30.000 hektar tanah aluvial yang dibuka untuk sawah, namun baru 10.000 hektar yang sudah ditanami.

Pemberitaan Harian Kompas 11 Juli 1995 menyebutkan, guna memuluskan proyek itu, pemerintah juga berencana membangun infrastruktur serta sarana lainnya di Kalteng.

Proyek pembangunan infrastruktur dimulai tahun 1996 dan berhenti pada tahun 1998 karena krisis moneter.

Sebelum terhenti, menurut Harian Kompas 16 April 1999, kontraktor berhasil membangun saluran primer induk (SPI) sepanjang 222 kilometer, dan saluran primer utama sepanjang 620 kilometer.

Kemudian tanggul keliling seluas 82 hektar, lahan usaha seluas 61.000 hektar, pencetakan sawah seluas 144.440 hektar, dan lahan perkarangan seluas 14.375 hektar.

Selain itu, pada akhir tahun 1997, sebanyak 15.100 KK transmigran ditempatkan untuk menggarap lahan.

Namun demikian, pada kenyataannya megaproyek PLG tersebut tidak sukses, karena karena dilakukan terburu-buru.

Baca juga: Jembatan Menuju Lumbung Pangan Nasional Baru Tuntas Dibangun

Misalnya dalam hal mendatangkan transmigran. Saat permukiman transmigran mulai dilaksanakan, sawah belum siap tanam, hanya siap olah.

Kemudian, dari total lahan sawah yang sudah dibuka, tidak semua berhasil dipanen. Lahan Proyek PLG di Kabupaten Kapuas misalnya, menderita kekeringan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X