"Food Estate" dan Kilas Balik Proyek Lahan Gambut Sejuta Hektar

Kompas.com - 24/06/2020, 07:00 WIB
Ilustrasi sawah SHUTTERSTOCK.com/JET ROCKKKKIlustrasi sawah

Megaproyek ini juga ditargetkan dapat menampung 316.000 kepala keluarga (KK) atau 1,7 juta jiwa transmigran.

Jumlah itu dibagi 60 persen penduduk lokal, sementara sisanya 40 persen didatangkan dari daerah lain.

Baca juga: Food Estate 165.000 Hektar Eks Lahan Gambut Siap Berproduksi Tahun 2022

Rencana pembangunan itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 82 Tahun 1995 tentang Pengembangan Lahan Gambut Untuk Pertanian Tanaman Pangan di Kalimatan Tengah.

Akan tetapi, pengembangan lahan tersebut dinilai tidak tepat dan mendapat tentangan dari sejumlah pihak.

Melansir Harian Kompas 1 Maret 1997, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Soleh Solahuddin ketika itu mengemukakan, dari total luas lahan 1,46 juta hektar, area yang dapat digunakan untuk lahan pertanian baik pangan dan perkebunan hanya sekitar 586.700 hektar.

Dengan demikian, selisih antara luas area pengembangan proyek dan lahan yang dinilai bisa dimanfaatkan sekitar 870.500 hektar.

Selain itu, data hasil Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Regional Pengembangan Lahan Sejuta Hektar di Provinsi Kalteng, yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Lingkungan Hidup IPB menunjukkan, pengembangan lahan gambut di Kalteng secara kuantitatif berdampak negatif penting lebih besar.

Meski demikian, Soleh juga menerangkan masih ada dampak positif dari proyek ini. Di antaranya adalah pembangunan ekonomi wilayah, pemerataan pembangunan wilayah, dan sekaligus mengurangi beban daerah padat penduduk seperti Pulau Jawa dan Bali.

Pengembangan proyek

Proyek PLG ini mencakup kawasan bekas Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di Daerah Aliran Sungai (DAS) empat sungai, yakni Sungai Barito, Sungai Kapuas, Sungai Khayan, dan Sungai Sebangau.

Baca juga: Dukung Lumbung Pangan Baru, Jaringan Irigasi 85.000 Hektar Disiapkan

Dari total luas area tersebut, 60 persen di antaranya merupakan lahan gambut. Sedangkan sisanya adalah tanah aluvial.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X