JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional hingga 26 Juni mendatang.
Meski begitu, seluruh mal di kota Bandung kembali diizinkan beroperasi mulai hari ini, Senin (15/6/2020), termasuk Mal Festival Citylink.
Walau diizinkan buka kembali, jadwal operasional mal dipersingkat mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.
“Mal Festival Citylink hari ini sudah buka mulai pukul 10.00 sampai pukul 20.00 WIB, buka seluruhnya," ucap Marketing Communication Manager Mal Festival Citylink Deni Setiawan dalam siaran pers, Senin (15/6/2020).
Seluruh tenant (penyewa) di Mal Festival Citylink tersebut diizinkan beroperasi kecuali bioskop, tempat karaoke, tempat bermain anak, salon, dan klinik kecantikan.
Deni melanjutkan, pengoperasionalan mal dilakukan dengan mengikuti ketentuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan harus dipatuhi untuk keamanan, kesehatan, dan keselamatan bersama.
Baca juga: Senin Besok, Hanya 7 Jenis Usaha Diizinkan Buka Kembali di Mal Ciputra Jakarta
Ketentuan AKB di Mal Festival Citylink seperti pengecekan suhu tubuh di semua pintu masuk, mencuci tangan, menggunakan masker, melakukan jaga jarak fisik di area mal.
"Termasuk saat naik eskalator, naik lift, di tempat duduk bahkan saat berada di toilet,” ujar Deni.
Protokol kesehatan AKB tersebut juga dilakukan dan diterapkan di seluruh mal di Bandung untuk menekan penyebaran Covid-19 di kota tersebut.
Untuk aturan jumlah pengunjung Mal Festival Citylink, saat ini hanya diizinkan 30 persen dari kapasitas mal.
Setiap pintu masuk dan keluar di Mal Festival Citylink tersedia barcode in dan out yang terhubung dengan komputer di customer service.
Jika pengunjung mal sudah memenuhi kaasitas yang diizinkan, maka customer service meminta pengunjung baru yang akan masuk untuk menunggu di luar.
Deni berharap, dengan pelaksanaan AKB di mal ini membuat para pengunjung merasa tenang, aman, dan nyaman ketika berbelanja.
“Semoga dengan adanya penerapan protokol AKB ini, masyarakat Kota Bandung menjadi merasa lebih tenang, aman dan nyaman saat ingin datang dan berbelanja di mal," tutup Deni.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.