Meski Ada Pandemi Covid-19, Pendapatan Alibaba Naik 35 Persen

Kompas.com - 22/05/2020, 22:39 WIB
 Gedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China. KOMPAS.com/YOGA SUKMANA Gedung Utama Alibaba Campus di distrik Xixi, Hangzhou, China.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Alibaba Group Holding Limited mencetak pendapatan 71,98 miliar atau ekuivalen Rp 1.060 triliun pada Kuartal I-2020.

Pendapatan ini melonjak 35 persen dibanding pencapaian pada periode yang sama tahun 2019 lalu.

Chairman dan Chief Executive Officer Alibaba Group Daniel Zhang menuturkan, walaupun triwulan pertama cukup menantang karena berkurangnya aktivitas perekonomian akibat Pandemi Covid-19, namun perusahaan mencatat pertumbuhan positif.

"Ini adalah tonggak sejarah, seluruh bisnis kami mengalami pertumbuhan yang kuat dengan basis konsumen aktif 960 juta orang di seluruh dunia," tutur Daniel dalam keterangan yang diterima Kompas.com, Jumat (22/5/2020).

Tonggak sejarah yang dimaksud adalah pencapaian gross merchandise value (GMV) 1 triliun dollar AS di segenap ekonomi digital pada tahun fiskal 2020.

Baca juga: 11.11, Pemimpin Muda, dan Karya 102 Tahun Alibaba

Rinciannya 945 miliar dollar AS di marketplace ritel China, dan sisanya dari marketplace ritel internasional dan layanan konsumen lokal.

Sementara untuk konsumen aktif, meliputi 780 juta konsumen di China, dan 180 juta konsumen di luar China.

Adapun konsumen aktif tahunan marketplace di China mencapai 726 juta, meningkat 72 juta dari periode 12 bulan yang berakhir pada 31 Maret 2019.

Sedangkan pengguna aktif bulanan mobile (Mobile MAU) di marketplace ritel di China mencapai 846 juta pada bulan Maret 2020, meningkat 125 juta dibanding tahun lalu.

Menurut Daniel, Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku konsumen dan operasional perusahaan secara fundamental.

Hal ini mendorong masyarakat mengadopsi dan melakukan transformasi digital sebagai kebutuhan.

Alibaba memiliki posisi dan kesiapan yang baik untuk membantu para pelaku usaha, baik kecil maupun besar dari berbagai industri, dalam mencapai transformasi digital yang dibutuhkan untuk melalui masa sulit dan tumbuh saat new normal.

Baca juga: Jack Ma Rilis Buku Panduan Pencegahan Covid-19 versi Bahasa Indonesia

Chief Financial Officer Alibaba Group Maggie Wu menambahkan, pertumbuhan pendapatan perusahaan didorong kinerja kuat bisnis ritel domestik dan pertumbuhan bisnis komputasi awan.

Tak hanya pendapatan, Alibaba juga mencatat pertumbuhan EBITDA yang disesuaikan sebesar 29 persen secara tahunan.

"Catata ini merefleksikan disiplin kami dalam mengalokasikan sumber daya ke area dengan pertumbuhan strategis serta mengoptimalkan biaya dan meningkatkan efisiensi," kata Maggie.

Walau pandemi memiliki dampak negatif pada bisnis perdagangan utama di China mulai akhir Januari, perusahaan melihat pemulihan terjadi secara simultan sejak Maret.

Maggie optimistis, berdasarkan analisis pada kondisi aktual, perusahaan dapat mencetak pendapatan senilai 650 Renminbi pada tahun fiskal 2021.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X