JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat 4.003 kendaraan terindikasi melanggar larangan mudik.
Bekerja sama dengan Kepolisian dan Kementerian Perhubungan, kendaraan-kendaraan tersebut dikeluarkan ke gerbang tol terdekat melalui check point KM 31 Cikarang Barat Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
“Dari total 4.003 kendaraan yang dialihkan, 3.664 di antaranya adalah kendaraan pribadi dan 339 lainnya merupakan kendaraan angkutan penumpang,” tutur General Manager Representatif Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati melalui siaran resmi yang diterima Kompas.com kamis (21/5/2020).
Baca juga: Empat Hari Jelang Lebaran, 306.682 Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Miko menambahkan, angka tersebut menjadi jumlah tertinggi sejak diberlakukannya pengendalian transportasi pada 24 April 2020 lalu.
Karena itu, lonjakan jumlah kendaraan yang dikeluarkan ini menimbulkan antrean menjelang lokasi check point Pengendalian Transportasi di KM 31 Cikarang Barat tersebut.
Antrean tersebut terjadi karena pihak Kepolisian wajib mengecek satu per satu dokumen perjalanan sesuai dengan syarat dari Gugus Tugas Covid-19.
"Jika tidak memenuhi syarat perjalanan maka akan dikeluarkan ke gerbang tol terdekat, GT Cikarang Barat 3,” jelas Miko.
Di samping itu, petugas di lapangan juga senantiasa mewaspadai beragam modus yang dilakukan oleh masyarakat untuk mengelabui larangan mudik.
Perwira Menengah (Pamen) Asistensi Check Point Cikarang Barat Polda Metro Jaya AKBP Sutimin mengatakakan, pihaknya telah meningkatkan pengawasan guna mencegah pemudik yang nekat melanggar larangan mudik di titik penyekatan jalan tol.
Ia mengaku, banyak modus yang dilakukan pemudik, salah satunya yang sering ditemui di lapangan adalah para penumpang kendaraan travel gelap.
Penindakan juga dilakukan terhadap kendaraan travel berdasarkan kategori. Untuk kategori Plat kuning yang memiliki trayek, namun tidak sesuai, maka ditegaskan untuk putar balik.
Kemudian travel yang tidak memiliki trayek, akan ditilang dan didalami lebih lanjut di Polda Metro Jaya.
"Misalnya kendaraan plat hitam yang digunakan untuk mengangkut pemudik,” cetus Sutimin.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.