Omzet "Department Store" dan "Specialty Store" Anjlok 90 Persen

Kompas.com - 20/05/2020, 08:00 WIB
Suasana aktivitas pengunjung di Tunjungan Plaza, Surabaya,  Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Asosiasi Pengelolah Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jatim bahwa terjadi penurunan pengunjung hingga 30 persen akibat meluasnya wabah Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/ZABUR KARURUSuasana aktivitas pengunjung di Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). Berdasarkan data Asosiasi Pengelolah Pusat Perbelanjaan Indonesia (APPBI) Jatim bahwa terjadi penurunan pengunjung hingga 30 persen akibat meluasnya wabah Virus Corona (COVID-19).

Kedua, Aprindo tengah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan kerja seperti penyemprotan disinfektan secara berkala pada kaca dalam maupun luar toko, troli, tas jinjing, serta rak-rak penyimpan barang.

Ketiga, memastikan kesiapan produk yang dijual oleh pengusaha ritel. Misalnya, produk makanan yang dijual di supermarket tidak ada yang expired atau kedaluwarsa.

Untuk department store, pengusaha harus menyiapkan barang yang berkualitas dan memisahkan barang tak layak jual seperti produk berbahan dasar kulit yang sangat rentan terhadap udara maupun kosmetik.

Keempat, Aprindo tengah mempersiapkan manajemen pelayanan di kantor, baik dari back office maupun head office berupa pelayanan di toko ritel modern harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan para pengunjung maupun karyawan.

Kelima, manajemen level service (tingkat pelayanan) harus ditingkatkan. Contohnya, layanan pesan antar (delivery) harus terus dilakukan untuk mengantar barang kepada konsumen di kala mereka tak ingin keluar rumah.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X