Jelang Lebaran, Tren Pendanaan di Akseleran Cenderung Meningkat

Kompas.com - 14/05/2020, 23:00 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

Meskipun demikian, bukan berarti Pandemi Covid-19 tidak berdampak sama sekali terhadap bisnis pendanaan.

Menurut Ivan, penyaluran pinjaman usaha Akseleran tercatat anjlok sekitar 30 persen hingga 40 persen dengan sektor usaha infrastruktur, pertambangan, logistik, dan trading.

Menariknya, permintaan pinjaman di sektor kesehatan, seperti pengadaan rapid test atau disinfektan maupun di sektor logistik atau trading terkait distributor sembako justru meningkat.

Selain itu, sektor produsen atau distributor kue-kue kering atau produk yang permintaannya meningkat menjelang Lebaran meningkat juga permohonan pinjamannya.

Dalam hal penyaluran pinjaman usaha saat pandemi covid19, Akseleran memberlakukan assessment pinjaman lebih ketat, agar tingkat gagal bayar oleh peminjam tidak meningkat.

Langkah tersebut sejauh ini berhasil mempertahankan stabilitas tingkat gagal bayar Akseleran yang mencapai 0,69 persen dari total penyaluran pinjaman usaha pada pertengahan Mei atau turun 0,05 persen dibandingkan pertengahan bulan sebelumnya.

"Kami proyeksikan tingkat gagal bayar di Akseleran akan terjaga stabil di bawah 1 persen hingga akhir tahun 2020,” tambah Ivan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X