Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harmoni Memikat, Warna Putih dan Kayu Khas Rumah Minimalis Modern

Kompas.com, 9 Mei 2020, 09:00 WIB
Hilda B Alexander

Editor

Sumber

KOMPAS.com - Jutaan hunian telah mengadopsi gaya rumah minimalis. Hal ini karena desain yang simpel dan tidak berantakan dianggap berhasil membuat penghuni rumah merasa lebih betah dan nyaman.

Nah, gaya rumah minimalis di Indonesia ternyata sedikit banyak terinspirasi dari rumah minimalis gaya Jepang.

Mengandalkan konsep open plan, melibatkan unsur alam, dan tetap memperhatikan privasi.

Seperti rumah minimalis modern ala Monokroma Architect yang berlokasi di Lippo Karawaci, Tangerang, Banten.

Rumah minimalis ini disepuh warna-warna alam seperti putih, abu-abu, dan cokelat.

Merefleksikan aksen kembali ke alam, memanfaatkan sebanyak mungkin pencahayaan alami, dan mengedepankan keteraturan yang menjadi ciri khas rumah minimalis gaya Jepang.

1. Fasad Rumah Minimalis Modern nan Elegan

Fasad rumah minimalis dengan kisi-kisi kayu vertikalwww.arsitag.com Fasad rumah minimalis dengan kisi-kisi kayu vertikal
Desain fasad hunian minimalis modern yang diberi nama Zen House ini mengusung bentuk bentuk geometri yang simpel.

Didominasi warna putih dan hitam, unsur-unsur alam yang ditambahkan sebagai aksen adalah batu alam dan kayu.

Aksen kayu berupa kisi-kisi yang dipasang pada dinding luar bagian atas sekaligus berfungsi sebagai peredam panas matahari.

Selain membuat sejuk ruangan, juga berfungsi menciptakan privasi. Berkat keberadaan unsur unsur alam ini pula, kesan elegan pun muncul di fasad hunian.

2. Desain Interior Bernuansa Putih Abu-abu yang Bersih

Interior Zen House didominasi warna putih abu-abu terang.www.arsitag.com Interior Zen House didominasi warna putih abu-abu terang.
Kesan simpel langsung dapat Anda tangkap di bagian ruang keluarga. Minimnya furnitur dan kombinasi warna putih abu-abu yang mendominasi, menegaskan gaya minimalis dengan kesan bersih.

Tak lupa, material alam dihadirkan melalui sebuah pot berisi tanaman monstera berdaun besar, serta furnitur kayu dengan warna dan teksur natural.

Pemilihan warna tirai jendela minimalis juga mempengaruhi kesan di ruang keluarga ini. Warna tirai yang senada dengan warna cat dinding membuat tirai seolah hampir menyatu dengan dinding.

Sedangkan, jenis tirai putih yang sedikit menerawang menciptakan variasi warna dan ilusi kesatuan ruangan.

3. Konsep Dapur dan Ruang Keluarga Tanpa Sekat

Dapur dan ruang keluarga tanpa sekat.www.arsitag.com Dapur dan ruang keluarga tanpa sekat.
Interior minimalis modern ala Monokroma Architect ini pun menerapkan konsep open plan. Dapur dan ruang keluarga yang bersebelahan dirancang tanpa sekat.

Konsep terbuka ini secara efektif menciptakan kesan ruangan yang tampak lebih besar dan lega.

Keuntungan lainnya, konsep dapur dan ruang keluarga tanpa sekat ini bakal memudahkan dan mempercepat kegiatan pembersihan ruangan karena tidak banyak sudut.

Dapur minimalis Zen House menonjolkan warna kayu terang
www.arsitag.com Dapur minimalis Zen House menonjolkan warna kayu terang
Meskipun menyatu tanpa pembatas, nuansa kedua ruangan memiliki perbedaan.

Jika ruang keluarga didominasi warna putih abu-abu, area dapur lebih banyak menggunakan material kayu yang memperlihatkan serat dan warna natural cokelat muda.

Bila dilihat dari ruang keluarga, elemen-elemen kayu di area dapur tampil menonjol di antara dinding berlatar putih. Menyajikan pemandangan yang artistik sekaligus elegan.

4. Dry Garden di Tengah Hunian

Dry garden courtyard dikelilingi pintu kaca www.arsitag.com Dry garden courtyard dikelilingi pintu kaca
Demi mendapat limpahan cahaya alami dan sirkulasi udara yang baik, Monokorama Architect merancang dry garden tepat di tengah hunian.

Hamparan batu koral putih yang memenuhi permukaan dry garden berpadu cantik dengan pot-pot tanaman hijau.

Mempersembahkan pemandangan indah nan simpel di dalam rumah. Jumlah tanaman hijau yang tak berlebihan memudahkan perawatan dry garden ini.

Sedangkan, pintu-pintu geser dari material kaca yang dipasang pada sisi-sisi dry garden memungkinkan cahaya matahari menembus bagian dalam rumah.

Kemudian, saat pintu-pintu geser dibuka lebar, udara segar pun memenuhi ruangan.

5. Aksen Kembali ke Alam

Aksen kayu untuk material lantai rumah minimalis modern karya Monokroma Architect Evan Kriswandi Aksen kayu untuk material lantai rumah minimalis modern karya Monokroma Architect
Ciri khas gaya interior minimalis ala Jepang berikutnya yang diterapkan di hunian ini adalah aksen kembali ke alam berupa penggunaan lantai kayu.

Lantai kayu tidak dipasang di semua bagian lantai rumah, melainkan pada beberapa bagian saja, seperti pada anak tangga dan di kamar tidur.

Pada anak tangga, pemakaian material kayu dikombinasikan dengan pemasangan lampu sorot di dinding yang berdampingan dengan anak tangga.

Hasilnya, pemandangan yang sangat elegan pun tercipta. Sementara di kamar tidur, lantai tekstur kayu bersanding apik dengan warna putih.

Memperkuat kesan rapi dan bersih yang diinginkan. Warna putih juga dipilih untuk tirai-tirai jendela.

Triknya, tirai-tirai jendela sengaja dipasang dari langit-langit hingga lantai untuk mendukung terciptanya kesan minimalis dan lapang.

Sst, tirai minimalis yang hadir di beberapa ruangan juga bermanfaat memberi sentuhan fleksibel terhadap sudut-sudut kaku dalam interior.

Bangunan rumah minimalis modern ala Monokroma Architect ini sangat menonjolkan desain yang bersih dan elegan.

Kontinuitas dapat dirasakan dari eksterior hingga interiornya yang konsisten menggunakan warna putih, abu-abu, dan cokelat kayu.

Menciptakan suasana yang tenang, damai, nyaman, dan dekat dengan alam. Desain seperti ini sangat efisien menyesuaikan dengan kebutuhan kaum urban.

Tertarik memiliki hunian seperti ini?

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau