Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pegawai Kementerian PUPR Salurkan Sembako Bagi Warga Tak Mampu di NTT

Kompas.com, 1 Mei 2020, 20:00 WIB
Sigiranus Marutho Bere,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

KUPANG, KOMPAS.com - Pegawai Kementerian PUPR di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikoordinasi Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang, menyumbangkan 997 paket sembako kepada masyarakat tak mampu yang terkena dampak Covid-19.

Ratusan paket sembako itu didistribusikan di 21 kabupaten dan satu kota di seluruh Provinsi NTT.

Bantuan itu diserahkan secara simbolis dari pejabat sejumlah balai, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dan rekanan kerja, kepada delapan orang warga Kabupaten Kupang, yang bermukim dekat Kantor BPJN X Kupang.

Kepala BPJN X Kupang Muktar Napitupulu mengatakan, bantuan sembako ini difokuskan pada warga ekonomi lemah yang terkena dampak Covid-19 di NTT.

Baca juga: Kementerian PUPR Salurkan 56.125 Paket Sembako di 34 Provinsi

"Kementerian PUPR melalui sejumlah balai yang ada di setiap provinsi termasuk NTT, bahu membahu dengan segala kemampuan merogoh kantong pribadinya sendiri untuk membantu. Ini semua murni inisiatif dari pegawai di beberapa balai NTT," ujar Muktar kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Muktar merinci, setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 2 liter, mie instan 20 bungkus, dan daging kornet dua kaleng.

Pemerintah ingin agar warga yang terkena dampak Covid-19, juga bisa mengonsumsi daging untuk meningkatkan gizi.

Dia berharap, bantuan sembako ini, bisa dimanfaatkan oleh warga.

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mengapresiasi aksi sosial yang dilakukan oleh pegawai Kementerian PUPR yang ada di wilayah NTT.

"Untuk menanggulanggi kebutuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang dalam situasi pandemi Covid-19 ini pemerintah daerah masih membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Karena itu kita berterima kasih kepada Kementerian PUPR melalui balai yang telah memberi perhatian bagi warga NTT," ujarnya.

Pantauan Kompas.com, Kepala BPJN X Kupang Muktar Napitupulu bersama sejumlah prjabat lainnya, langsung mendatangi rumah sejumlah warga lainnya di Kabupaten Kupang, untuk memberikan bantuan sembako tersebut.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau