Akhir 2020, Pembangunan Bendungan Bendo Selesai

Kompas.com - 04/04/2020, 17:41 WIB
Bendungan Bendo Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRBendungan Bendo

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyelesaikan konstruksi Bendungan Bendo di Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Hingga saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 73,26 persen. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seperti dikutip dari laman resmi  Kementerian PUPR, Sabtu (4/4/2020) mengatakan, konstruksinya ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020.

Bendungan Bendo dibangun dengan tinggi 71 meter dan akan membendung Sungai Keyang. Sungai ini adalah anak Sungai Bengawan Madiun yang juga merupakan anak Sungai Bengawan Solo.

Baca juga: Konstruksi Bendungan Way Sekampung Ditargetkan Rampung Akhir 2020

Infrastruktur tersebut dirancang agar mampu menampung air sebesar 43,11 juta meter kubik. Nantinya, air tersebut digunakan untuk meningkatkan irigasi seluas 7.800 hektar di Kabupaten Ponorogo dan Madiun yang merupakan sentra pertanian di Jawa Timur.

Tak hanya itu, Bendungan Bendo juga disebut bermanfaat sebagai sumber air baku doomestik dan industri berkapasitas 790 liter per detik dengan komposisi 418 liter per detik untuk Kabupaten Madiun dan 372 liter per detik bagi Kabupaten Ponorogo.

Selain itu, bendungan ini pun akan mereduksi banjir di Kota Ponorogo dari 1.300 meter kubik per detik menjadi 490 meter kubik per detik serta menjadi pembangkit tenaga listrik sebesar 1,56 megawatt.

Sebagai informasi, proses pembangunan Bendungan Bendo dilaksanakan mulai tahun 2013 menggunakan dana APBN sebesar Rp 1,032 miliar. Pengerjaan konstruksinya dilakukan melalui kerja sama operasi (KSO) antara T Wijaya Karya, PT Hutama Karya dan PT Nindya Karya.

Selain Bendungan Bendo, Kementerian PUPR juga tengah membangun dua bendungan lainnya di Jawa Timur yakni Bendungan Gongseng di Bojonegoro dan Bendungan Tukul di Pacitan.

Hingga saat ini, konstruksi Bendungan Gongseng mencapai 76,92 persen dan ditargeertkan selesai pada akhir tahun 2020.

Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung sebesar 22,43 juta meter kubik dan berfungsii melayani irigasi di lahan seluas 6.191 hektar.

Baca juga: Progres Konstruksi Bendungan Lau Simeme Capai 11 Persen

Selain itu, infrastruktur ini juga berfungsi menyediakan layanan air baku sebesar 300 liter per detik, mereduksi banjir133,27 meter kubik per detik, serta menjadi pembangkit listrik sebesar 0,7 megawatt.

Sedangkan pembangunan Bendungan Tukul hingga kini telah mencapai 76,25 persen. Infrastruktur ini dibangun dengan kapasitas tampung sebesar 8,68 juta meter kubik dan digunakan untuk meyuplai air ke saluran irigasi seluas 600 hektar serta air baku 300 liter per detik.

Nantinya, bendungan tersebut diharapkan dapat mengendalikan debit banjir yang berasal dari anak Sungai Grindulu sehingga bisa mereduksi banjir di Pacitan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X