JAKARTA, KOMPAS.com -Konstruksi fasilitas observasi, isolasi, dan karantina untuk pengendalian penyakit infeksi menular di Pulau Galang, Batam, ditargetkan rampung pada 5 April 2020.
Direktur Jendetal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Danis H Sumadilaga mengatakan, per Minggu (29/3/2020), progres konstruksi fasilitas tersebut mencapai 92 persen.
"Berjalan baik, progres kemarin sore sudah 92 persen," ucap Danis kepada Kompas.com, Senin (30/3/2020).
Pada awalnya, fasilitas tersebut ditargetkan selesai pada 28 Maret 2020. Namun kendala saat pengiriman barang dan cuaca yang buruk membuat penyelesaiannya mundur dari jadwal.
Penampakan interior fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang, BatamLalu Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GW, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter atau helipad, dan zona utilitas.
Zona ini akan dilengkapi dengan ruang tindakan, ruang penyimpanan mobile rontgen, ruang laboratorium, dapur, renovasi bangunan eksisting untuk bangunan penunjang.
Kemudian fasilitas air bersih, air limbah, drainase, sampah, dan utilitas lainnya, serta ruang alat kesehatan ruang isolasi dan observasi.
Interior fasilitas isolasi dan observasi di Pulau Galang, BatamSeluruh fasilitas tersebut nantinya bisa digunakan untuk menampung 1.000 tempat tidur. Pada tahap pertama dibangun dua gedung bertingkat dua.
Bangunan ini dirancang untuk menampung 340 tempat tidur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 240 tempat tidur akan digunakan untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan 100 sisanya digunakan bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
Kondisi terkini fasilitas observasi dan isolasi di Pulau Galang, BatamSetelah itu akan dilakukan pembangunan tahap kedua yang dapat menampung 640 tempat tidur.
Selain itu, hingga kini perlengkapan sepertifurnitur dan alam medis sudah dimasukkan ke fasilitas tersebut pada Minggu (29/3/2020). Sedangkan tenaga medis dijadwalkan akan mulai menempati fasilitas itu pada Rabu (1/4/2020).
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.