KUPANG, KOMPAS.com - Virus corona penyebab penyakit infeksi menular Covid-19 yang melanda wilayah Indonesia, berdampak di semua lini. Terutama di sektor perhotelan yang langsung drop dengan kinerja tingkat hunian minim.
Khusus di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tingkat hunian hotel anjlok hingga mencapai 90 persen. Ini artinya, kamar-kamar yang terisi tamu tak lebih dari 10 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Timur Freddy Ongko Saputra, menyampaikan hal tersebut kepada sejumlah wartawan di Kupang, Kamis (26/3/2020) petang.
Baca juga: Sentimen Corona Bikin Tingkat Hunian Hotel Anjlok 30 Persen
Menurut Freddy, virus corona ini membawa dampak yang sangat besar terhadap sektor jasa perhotelan di Kota Kupang.
"Banyak hotel di Kupang saat ini tidak ada tamu karena efek dari virus corona," ungkap Freddy.
Bahkan, menurut dia, ada hotel yang hanya memiliki tamu dua orang.
Meski begitu, PHRI NTT tetap mengoperasionalkan hotel, mengantisipasi adanya tamu yang membutuhkan penginapan.
Freddy bersama sejumlah pengusaha perhotelan lainnya, juga sepakat untuk tidak memutuskan hubungan kerja dengan para karyawannya karena ini merupakan musibah dunia.
"Pergumulan para pengusaha hotel dan restoran di NTT saat ini, adalah bagaimana mempertahankan operasional hotel dan restoran tanpa adanya Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK,” ucap Freddy.
Karena itu, lanjut dia, PHRI berharap agar Pemerintah Provinsi NTT bisa membantu para pengusaha hotel dan restoran di NTT.
“Bantu kami misalnya di biaya operasional seperti listrik dan pajak,” ucap Freddy.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.