Perubahan Iklim dan Aset Terbengkalai Perusahaan Energi

Kompas.com - 25/03/2020, 16:20 WIB
Ilustrasi produksi minyak ThinkstockphotosIlustrasi produksi minyak

Masih sangat panjang daftar malapetaka yang dapat diakibatkan oleh pemanasan global ini. Oleh karena itu, dunia bersepakat bahwa kenaikan suhu global karena aktivitas manusia harus dikendalikan.

Melalui proses panjang, pada tahun 2015 di kota Paris, segenap pemerintahan di seluruh dunia sepakat melakukan usaha membatasi kenaikan suhu global maksimal 2C, lebih baik lagi 1.5C. Kesepakatan ini dikenal dengan Paris Agreement.

Artinya “kuota” kita untuk kenaikan suhu global hanya 0.5C-1C lagi. Untuk itu, kita harus mengubah gaya hidup, pola produksi dan perilaku konsumsi, terutama menyangkut penggunaan energi berbasis fosil.

Dalam kata lain, kita harus membatasi “kuota” kita dalam mengkonsumsi dan memproduksi minyak bumi dan batubara.

Risiko Aset Terbengkalai Perusahaan Energi Berbasis Fosil

Kita tahu isu minyak bumi dan batubara bukanlah pasokan, tapi permintaan. Namun, kali ini permintaan dibatasi dengan ketat.

Kita harus mengonsumsi minyak bumi dan batubara sesuai “kuota”. Jika tidak, maka berbagai bencana akan menanti kita dan anak cucu pada tahun-tahun mendatang.

Jadi, seberapa besar pun cadangan minyak dan batubara yang dimiliki oleh perusahaan atau negara, pada akhirnya sebagian (besar) tidak akan bernilai.

Hal ini karena yang bisa dieksploitasi hanya sesuai “kuota”. Sisanya terbengkalai begitu saja di dalam perut bumi tanpa nilai, atau menjadi stranded assets.

Ini merupakan risiko besar bagi investor, karena nilai perusahaan energi sangat tergantung pada berapa besar cadangan minyak atau batubara mereka. Ini biasanya diasumsikan dapat dimonetisasi selama ada permintaan.

Carbon Tracker, sebuah lembaga think tank di London, menamakan situasi sekarang sebagai “carbon bubble”.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X