Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Kementerian PUPR Ubah Wisma Atlet Kemayoran Jadi RS Darurat Covid-19, Bagaimana Kualitasnya

Kompas.com, 20 Maret 2020, 20:00 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, Kementerian PUPR akan tetap menjaga kualitas dan fasilitas Rumah Sakit (RS) Darurat Penanganan Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran.

Dia mengatakan, pihaknya akan bekerja sesuai dengan protokol kesehatan untuk mengubah Wisma Atlet Kemayoran menjadi RS meski dalam waktu yang relatif singkat.

“Meskipun RS Darurat Covid-19 ini dibangun dalam waktu singkat, yaitu 4 hari, saya tetap ingatkan agar kualitas dan fasilitas yang ada nanti sesuai dengan protokol kesehatan karena kita ingin masalah virus corona ini bisa cepat berlalu,” ujarnya.

Basuki mengatakan itu saat meninjau lokasi pembangunan RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/3/2020).

Baca juga: Kementerian PUPR Siap Jadikan Wisma Atlet Kemayoran sebagai Ruang Isolasi Corona

Dalam peninjauan tersebut, Basuki mengunjungi kondisi tujuh bangunan yang difokuskan sebagai instalasi gawat darurat (IGD), intensive care unit (ICU), laboratorium, dan ruang perawatan pasien.

Dia juga mendapat penjelasan mengenai site plan terkait pemanfaatan empat tower Wisma Atlet Kemayoran dari Direktur Jenderal (Dirjen) Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid.

“Saya mengapresiasi site plan yang sudah dibuat Ditjen Perumahan untuk mengubah wisma atlet menjadi RS darurat untuk penanganan penyakit korona,” ujarnya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (20/3/2020).

Dia pun berharap agar apa yang direncanakan Ditjen Perumahan semua bisa berjalan dengan baik selesai dalam waktu empat hari sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Baca juga: 4 Tower Wisma Atlet Kemayoran Disiapkan Sebagai Rumah Sakit Darurat Corona

Adapun, Kementerian PUPR menargetkan persiapan RS Darurat Covid-19 di Kemayoran dapat selesai pada Senin (23/3/2020) dan langsung beroperasi.

Wisma Atlet Kemayoran disiapkan Kementerian PUPR jadi RS Darurat Covid 19.DOK. Komunikasi Publik Ditjen Perumahan Kementerian PUPR Wisma Atlet Kemayoran disiapkan Kementerian PUPR jadi RS Darurat Covid 19.

Site plan RS Darutat Covid-19

Sementara itu, Khalawi sebelumnya menjelaskan, Kementerian PUPR sudah melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Kementerian BUMN, dan kementerian/instansi lain terkait RS Darurat Covid-19.

Ia mengatakan, empat tower yang disiapkan di Wisma Atlet Kemayoran, yakni tower satu, tiga, enam, dan tujuh.

Dia memperkirakan, keempat tower tersebut dapat menampung pasien cukup banyak tapi tetap memperhatikan kesehatan tenaga medis dan keamanan yang bertugas.

Baca juga: Tenaga Medis Akan Dapat Tower Khusus di Wisma Atlet Kemayoran

Khalawi memaparkan, tower 1, yakni lantai 1 sampai 24, akan diperuntukkan bagi dokter dan tenaga medis. Jumlah kapasitas sebanyak 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang.

Sementara itu, tower 3, tepatnya di lantai 1–24, akan digunakannya sebagai Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Di sini tersedia 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang.

Untuk tower 6, yaitu lantai 1–24, akan digunakan sebagai RS darurat dan ruang rawat inap pasien. Kapasitasnya 650 unit dan bisa menampung 1.750 orang.

Adapun tower 7 dibagi menjadi beberapa fungsi. Lantai 1 digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 sebagai ruang pemulihan, serta lantai 4-24 berfungsi untuk ruang rawat inap pasien.

Dia menuturkan, kapasitas tower mencapai 886 unit. Jika 1 unit bisa menampung 3 pasien, kapasitas ruang rawat sebanyak 2.458 pasien.

Baca juga: Jokowi: Wisma Atlet Kemayoran Bisa Dimanfaatkan untuk Pasien Corona

“Kapasitas daya tampung 1 kamar adalah 3 orang pasien,” terang Khalawi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau