Kompas.com - 16/03/2020, 16:30 WIB
Ilustrasi rupiah ShutterstockIlustrasi rupiah

Para responden di Asia Pasifik mengatakan, pelambatan ekonomi global sebagai isu terpenting yang memengaruhi kemampuan para UHNWI dalam menciptakan atau mempertahankan kekayaan mereka pada 2020.

Faktor-faktor lain yang diperkirakan akan memengaruhi kekayaan UHNWI wilayah ini termasuk ketegangan AS-China dan volatilitas atau perubahan nilai tukar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hampir tiga perempat atau 70 persen UHNWI mengalokasikan 28 persen kekayaannya di sektor properti, sementara 21 persen untuk ekuitas, dan 19 persen pada obligasi.

Willson menuturkan, meskipun pasar properti mengalami berbagai tantangan dan tekanan beberapa tahun terakhir, termasuk dampak Covid-19 yang diharapkan dapat segera diatasi; optimisme masih ada.

Hal itu tecermin dari pengembangan infrastruktur, keberadaan pasar residensial di segmen menengah ke bawah dan potensi kekayaan yang masih prospektif.

"Fakta ini diharapkan berdampak positif pada kondisi pasar properti dan pertumbuhan ekonomi Nasional," tuntas Willson.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.