Ibu Kota Baru Potensial Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Kompas.com - 12/03/2020, 20:00 WIB
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga menjelaskan progres terbaru Ibu Kota Negara Kalimantan Timur, di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (12/3/2020). Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRDirektur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga menjelaskan progres terbaru Ibu Kota Negara Kalimantan Timur, di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai sangat potensial untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 mendatang.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danis H Sumadilaga mengatakan IKN memungkinkan untuk dikembangkan kawasan olahraga multi event.

"Yang dibutuhkan adalah klaster-klaster olahraga standar seperti stadion, kampung atlet, dan sejumlah venue standar Olimpiade. Itu sangat memungkinkan dibangun di IKN," ujar Danis, di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Baca juga: Ground Breaking Ibu Kota Negara Dilaksanakan Oktober 2020

Namun demikian, kata Danis, agar tidak membebani anggaran negara (APBN), pembangunan fasilitas olahraga untuk Olimpiade 2032 bisa dilakukan dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Sejumlah investor swasta bisa diajak untuk bekerja sama guna membangun fasilitas-fasilitas olahraga tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang menimbang tawaran menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Bahkan, pesta olahraga terakbar di dunia ini bakal berlangsung di IKN baru.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melansir Kontan yang mengutip Reuters, Pemerintah Indonesia sedang dalam pembicaraan awal dengan Chief Executive Officer (CEO) SoftBank Masayoshi Son dan investor lain untuk dukungan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

Pemerintah berencana memulai pembangunan ibu kota negara baru yang mengusung tema "Pintar dan Hijau" senilai 34 miliar dollar AS di Kalimantan Timur mulai Agustus 2020 nanti untuk menggantikan Kota Jakarta.

Baca juga: Setelah Uni Arab Emirat, Giliran Hungaria Investasi 1 Miliar Dollar AS di Ibu Kota Baru

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) membenarkan, pemerintah sedang mengevaluasi bagaimana menjadikan ibu kota baru sebagai kota kandidat untuk Olimpiade 2032. Sebab, Indonesia sudah mengajukan Jakarta.

Menurut Bahlil kepada Reuters, pemerintah sudah menyampaikan rencana menjadikan ibu kota negara yang baru sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 kepada beberapa investor.

Dua orang dengan pengetahuan tentang masalah ini menyebutkan kepada Reuters, pejabat tinggi Indonesia telah meningkatkan kemungkinan dukungan SoftBank terhadap rencana Olimpiade saat Son ke Jakarta pada akhir Februari lalu.

Son bertemu Presiden Jokowi dan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair untuk membicarakan tentang ibu kota negara baru pada 28 Februari lalu.

Menurut juru bicara kepresidenan, diskusi termasuk fasilitas olahraga tetapi bukan Olimpiade.

Sebagai informasi, Komite Olimpiade Internasional (IOC) akan memilih kota tuan rumah Olimpiade 2032 pada 2025 mendatang.

Sebelumnya, Son mengatakan kepada wartawan pada Januari lalu, ia berharap untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia dari komitmen saat ini termasuk investasi sebesar 2 miliar dollar di Grab.

 

Kompas.com mengutip tulisan SS Kurniawan berjudul SoftBank dukung Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032 di ibu kota baru?

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X