Diterjang Banjir 3 Meter, Jembatan Darurat di Kota Kupang Putus

Kompas.com - 03/03/2020, 18:44 WIB
Jembatan Mapoli putus diterbang banjir 3 meter. Karena putus, jembatan darurat ini pun dirobohkan untuk dibangun kembali. Sigiranus Marutho Bere/Kompas.comJembatan Mapoli putus diterbang banjir 3 meter. Karena putus, jembatan darurat ini pun dirobohkan untuk dibangun kembali.

KUPANG, KOMPAS.com - Hujan deras yang melanda wilayah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyebabkan satu jembatan darurat yang menghubungkan Kelurahan Naikoten dan Kelurahan Airnona, Kecamatan Kota Raja, putus.

Padahal, jembatan yang diberi nama Jembatan Mapoli ini baru diresmikan pada 24 Februari 2020 sebagai jalan alternatif.

Camat Kota Raja Rudi Abubakar mengatakan, putusnya jembatan darurat tersebut, membuat aktivitas warga dan siswa sekolah terganggu.

Baca juga: Dukung Percepatan Ekonomi, BPJN X Kupang Genjot Proyek Jalan Kolbano-Boking

"Banjir yang terjang jembatan itu tingginya kurang lebih tiga meter, sehingga jembatan ini putus," ujar Rudi kepada sejumlah wartawan di Kupang, Selasa (3/3/2020).

Menurut Rudi, penyebab banjir itu akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak Senin malam (2/3/2020).

Sementara putusnya jembatan dipicu sampah yang menyumbat gorong-gorong jembatan berdiameter satu meter.

Rudi menyebut, sekitar 14 gorong-gorong tersumbat sampah, dan bergeser. Akibatnya, air meluap ke atas jembatan.

Saat ini, demi memudahkan pembangunan baru, Jembatan Mapoli dirobohkan.

Petugas dari Pemerintah Kota Kupang sudah turun ke lokasi untuk membantu menyeberangkan warga dengan bantuan tali dan papan yang dibentangkan di atas gorong-gorong.

Rudi pun berharap, jembatan itu bisa segera dibangun sehingga aktivitas warga bisa normal kembali.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X