Kompas.com - 28/02/2020, 17:49 WIB
Ilustrasi menghitung uang untuk mewujudkan impian punya rumah. SHUTTERSTOCK/SIMEZ78Ilustrasi menghitung uang untuk mewujudkan impian punya rumah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah bisnis dan industri properti yang masih mengalami perlambatan, segmen tertentu justru memperlihatkan pergerakan positif.

Adalah segmen bawah yang terus bergerak, didorong kuatnya permintaan dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), dan juga milenial dengan status first time home buyer.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Citaville Parung Panjang yang dikembangkan Greenwoods Group, salah satunya. Perumahan ini merupakan fenomena yang menunjukkan betapa hunian kelas bawah tak akan pernah kehilangan permintaan pasar.

Baca juga: Harga Rumah Kuartal I Tahun Ini Naik Tipis

Dua tahap pengembangannya sejumlah total 302 unit laris terserap kurang dari setengah tahun dengan angka penjualan Rp 120 miliar.

CEO Greenwoods Group Okie Imanto mengatakan, Citaville tak hanya mendulang penjualan, melainkan juga kelebihan pemesanan (oversubscribed).

"Pemesanan melalui NUP mencapai 404 unit. Ini artinya pasar kelas bawah masih besar dan potensial untuk digarap," kata Okie kepada Kompas.com, Jumat (28/2/2020).

Harga rumah serentang Rp 200 jutaan hingga Rp 380 jutaan, menurut Okie, adalah kunci terjualnya Citaville Parung Panjang.

Rentang haga ini sesuai dengan kemampuan bayar atau willingness to pay MBR dan juga milenial pembeli rumah pertama.

Terlebih lokasinya tak jauh dari Stasiun KRL Parung Panjang dan dapat ditempuh dengan moda transportasi publik lainnya.

Selain itu, pengembang juga memberikan fasilitas kemudahan pembayaran dengan cara dicicil hingga 24 kali tanpa bunga.

Mempertimbangkan catatan positif ini, Greenwoods Group akan makin ekspansif dengan mengembangkan perumahan serupa dengan kelas setara.

Selain Citaville Parung Panjang, saat ini tengah dipasarkan Citaville Bogor, Citaville Cikarang, Citaville Bekasi, dan Citaville Semarang.

“Hal ini kami lakukan sebagai stetegi dalam menyiasati kondisi pasar properti yang secara umum masih stagnan," imbuh Okie.

Hasilnya, Greenwoods Group mendulang pertumbuhan penjualan 20 persen atau 1.000 unit dari total proyek yang dikembangkan di Jadebotabek.

Citaville Parung Panjang sendiri menempati area seluas 7,7 hektar dengan jumlah pengembangan 674 unit rumah dan 12 unit ruko.

Terdapat tiga pilihan hunian, yaitu tipe Alberta satu kamar tidur seluas 23/60 meter persegi  dengan harga mulai dari Rp 200 jutaan.

Kemudian tipe Belfast dua kamar tidur seluas 30/60 meter persegi seharga Rp 280 jutaan, dan tipe Calgary dua kamar tidur berukuran 48/60 meter persegi yang dipatok Rp 380 jutaan.

Seluruh pengembangan Citaville Parung Panjang yang menelan investasi Rp 200 miliar, diproyeksikan selesai dalam tiga tahun ke depan dan diserahterimakan secara bertahap mulai pertengahan tahun 2021.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.