Proyek Apartemen Adhi Karya di Bekasi Terintegrasi LRT

Kompas.com - 11/02/2020, 10:56 WIB
Sejumlah petugas mengawasi proses pengangkatan gerbong kereta light rail train atau lintas rel terpadu (LRT) ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). Saat ini sebanyak dua dari total 31 rangkaian kereta (train set) LRT buatan PT INKA telah diangkat di atas rel Stasiun Harjamukti dan ditargetkan selesai seluruhnya pada 2020. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRASejumlah petugas mengawasi proses pengangkatan gerbong kereta light rail train atau lintas rel terpadu (LRT) ke atas rel di Stasiun Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (4/12/2019). Saat ini sebanyak dua dari total 31 rangkaian kereta (train set) LRT buatan PT INKA telah diangkat di atas rel Stasiun Harjamukti dan ditargetkan selesai seluruhnya pada 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui anak usaha, PT Adhi Commuter Properti (ACP) tengah giat mengembangkan apartemen terintegrasi infrastruktur transportasi light rail transit ( LRT) Jabodebek.

Tak tanggunng-tanggung ada 9 proyek yang sedang dibangun pengembang pelat mereha ini. Mereka adalah LRT City Green Avenue Bekasi, LRT City Eastern Green Bekasi, LRT City Royal Sentul Park Bogor, LRT City Gateway Park Bekasi, dan LRT City Urban Signature Jakarta Timur.

Kemudian LRT City Cisauk Point Cisauk, LRT City MT Haryono-MTH 27 Office Suites & The Premiere MTH Jakarta Timur, LRT City Rivia Sentul, dan Grand Central Bogor.

Baca juga: Menghitung Efisiensi Biaya dan Waktu Tinggal di TOD LRT City

Tak hanya terintegrasi LRT, proyek-proyek tersebut juga dekat atau terhubung dengan infrastruktur transportasi lainnya seperti busway, dan KRL Jabodebek.

Tentu saja, kondisi ini dinilai menguntungkan sekaligus mampu mempercepat penjualan proyek-proyek LRT City tersebut.

Seperti yang dikemukakan Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda, bahwa infrastruktur transportasi sangat memengaruhi minta masyarakat untuk membeli hunian.

"Infrastruktur transportasi dan ketersediaan akses yang memadai menjadi pertimbangan utama para calon konsumen sebelum membeli hunian," kata Ali dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Minggu (9/2/2020).

Karena itu, kata Ali, penjualan rata-rata proyek hunian yang terintegrasi atau dekat dengan infrastruktur transportasi menunjukkan pertumbuhan positif, walaupun pasar properti secara umum sedang melambat.

Bahkan, harga hunian tersebut terus mengalami peningkatan signifikan, seperti yang terjadi di koridor timur dengan Bekasi sebagai pelopornya.

Demikian halnya dengan harga lahan yang sudah menyentuh angka Rp 5 juta hingga Rp 12 juta per meter persegi.

Yang dialami LRT City Green Avenue Bekasi adalah contoh nyata betapa hunian dengan konsep transit oriented development (TOD) yang terintegrasi LRT mampu menjadi alternatif pilihan pasar.

Menurut Project Director LRT City Green Avenue Bekasi Indra Riyanto, proyek ini dibangun untuk menjawab kebutuhan pasar sekaligus sinergi dengan induk usaha yang mengembangkan LRT.

Untuk diketahui, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 65 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Perpres Nomor 98 Tahun 2015, yaitu tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan (LRT) Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, Adhi ditugaskan melaksanakan pembangunan LRT.

Maka, dalam tiga tahun terakhir pasca penugasan pada 29 Juli 2016 itu, Adhi pun memanfaatkan penugasan ini sebagai peluang mengembangkan lini bisnis propertinya sebagai salah satu profit center perseroan.

ACP secara resmi memulai pembangunan LRT City Green Avenue Bekasi pada Sabtu (27/7/2019). Proyek ini merupakan kelanjutan dari pengembangan sebelumnya, Eastern Green seluas 16,9 hektar, yang konstruksi fisiknya sudah dimulai lebih dulu.

LRT City Green Avenue Bekasi dikembangkan di atas lahan seluas 1,9 hektar yang mencakup tiga menara apartemen setinggi 41 lantai dengan komposisi 34 lantai untuk hunian, tiga lantai mal dan empat lantai parkir (885 lot).

Menara pertama berisi sebanyak 736 unit, menara kedua 1.403 unit dan menara ketiga 736 unit, dengan total lebih dari 2.800 unit.

Hingga saat ini, unit-unit LRT City Green Avenue Bekasi telah terjual 45 persen atau sekitar 1.540 unit dengan harga jual aktual Rp 400 jutaan dari sebelumnya Rp 300 jutaan.

Menurut Ali, perkembangan wilayah koridor timur dengan pembangunan infrastruktur yang demikian masif berhasil menarik perhatian. 

Dengan basis ekonomi yang ditopang industri seperti Jababeka, MM2100, EJIP dan GIIC, koridor timur menjadi primadona baru yang dipilih calon konsumen.

Hal ini diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS), Bekasi menyumbang 34,45 persen Penanaman Modal Asing (PMA) dengan volume ekspor mencapai 45 persen.

"Melihat fakta-fakta ini koridor timur menjadi area yang sangat potensial untuk mendorong sektor properti secara nasional,” jelas Ali.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X