Komersialisasi Wisma Atlet Kemayoran Tunggu Pembahasan RPP

Kompas.com - 04/02/2020, 21:00 WIB
Beberapa petugas Brimob sedang berjalan di kawasan Wisma Atlet Kemayoran. (24/6/2019) KOMPAS.com/ ANASTASIA AULIABeberapa petugas Brimob sedang berjalan di kawasan Wisma Atlet Kemayoran. (24/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Ajang Asian Games dan Asian Para Games 2018 telah usai. Tetapi selesainya kompetisi olahraga antar-bangsa Asia tersebut masih menyisakan beberapa persoalan, terutama terkait fungsionalisasi Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

Hingga saat ini, belum ada keputusan terkait hal tersebut apakah akan difungsikan sebagai hunian bagi Aparatur Sipil Negara ( ASN), disewakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), atau dijual ke pasar komersial. 

Namun menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljomo, jika Wisma Atlet Kemayoran akan difungsikan sebagai rumah dinas bagi ASN maka diperlukan aturan hukum yang mendasarinya.

"Jadi untuk menentukan itu, disusun dulu basis legalnya berupa Peraturan Pemerintah (PP) sehingga ada peluang. Habis itu rapat lagi, menetapkan penggunaan Wisma Atlet untuk apa," ujar Basuki di kantor Kementerian PUPR, Jumat (31/1/2020).

Baca juga: Nasib Wisma Atlet Kemayoran Ada di Tangan Setneg

Sementara Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Anita Firmanti menyebutkan, saat ini Pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang mengatur keberadaan rumah negara berupa rumah susun.

"Dulu ada rumah susun sendiri, rumah negara sendiri. Dulu rumah negara hanya rumah tapak, sekarang bisa untuk rumah susun yang bisa dimiliki oleh ASN," kata Anita.

Hingga saat ini, RPP tersebut masih dalam tahap pembahasan dan rencananya akan selesai dalam waktu satu bulan.

"Kami baru membahas untuk menyelesaikan satu bulan ini. Februari-Maret selesai," ucap dia.

Basuki sendiri belum mengetahui nasib Wisma Atlet tersebut akan digunakan sebagai hunian untuk ASN, atau nantinya akan dijual per unit rumah.

"Untuk rumah dinas? Kalau untuk rumah dinas sudah ada aturan PP-nya sekarang. Atau mau dijual putus? Ya kalau itu sesuai dengan pasar," kata Basuki.

Sebagai informasi, Kompleks Wisma Atlet Kemayoran mencakup sepuluh menara. Setiap unit dibangun dengan tipe 36 dan dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, serta tempat cuci jemur.

Adapun tiga menara pertama dibangun di atas lahan seluas 135.000 meter persegi di Blok C-2 dengan jumlah total hunian mencapai 1.932 unit.

Sementara, tujuh menara lainnya dibangun di Blok D-10 dengan luas lahan 333.700 meter persegi. Sedangkan jumlah total hunian di blok ini sebesar total 5.494 unit.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X