Bambu Laminasi, Alternatif Baru Bahan Bangunan

Kompas.com - 01/02/2020, 19:00 WIB
Teknologi bambu laminasi Dok. Kementerian PUPRTeknologi bambu laminasi

“Untuk mampu bersaing dalam konteks global, produk hasil penelitian Balitbang PUPR harus lebih murah, lebih cepat, dan lebih baik kualitasnya. Hasil penelitian harus dapat digunakan utamanya oleh Kementerian PUPR,” kata Basuki dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (1/2/2020).

Bambu Laminasi merupakan material bambu yang mengalami pemrosesan sehingga bentuk dan ketahanannya dapat menyerupai kayu untuk dijadikan alternatif bahan bangunan.

Bahan ini dapat diaplikasikan pada hampir seluruh komponen bangunan tradisional, kecuali penutup atap.

Adapun cara pembuatannya adalah dengan cara membelah bambu menjadi lembaran-lembaran tipis.

Bambu kemudian diawetkan dengan borac-boric atau boron sehingga kandungannya berubah dan tidak disukai rayap.

Teknologi bambu laminasiDok. Kementerian PUPR Teknologi bambu laminasi
Selanjutnya material tersebut dikeringkan agar tidak dapat membusuk. Setelah itu, lembaran bambu direkatkan dengan lem Urea Formaldehyde untuk kebutuhan interior dan Polymer Isocyanate untuk kebutuhan eksterior, dan di-press dengan mesin menjadi balok, papan, atau partisi beragam ukuran sesuai dengan kebutuhan.

Basuki menjelaskan, pengembangan Bambu Laminasi oleh Balitbang PUPR diharapkan mampu mengatasi kelangkaan pemenuhan kayu sebagai bahan bangunan.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terlebih, bambu merupakan bahan bangunan yang lebih ramah lingkungan karena sekali ditanam dapat dipanen berkali-kali tanpa harus menghilangkan seluruh tegakan rumpunnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X