Broker Properti Genjot Target Penjualan hingga 50 Persen

Kompas.com - 21/01/2020, 13:03 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejumlah broker mengaku pasar properti Indonesia mengalami perlambatan tahun 2019.

Hal ini disebabkan karena kontestasi politik yakni pemilihan presiden yang membuat para investor memilih wait and see hingga kondisi pasar kembali stabil.

Member Broker Century 21 Platinum William mengatakan kebanyakan para investor menunggu waktu yang tepat untuk kembali berinvestasi di properti.

"Biasanya mereka tetap membeli hunian baik rumah atau ruko, namun memilih properti yang aman seharga di bawah Rp 1 miliar," jelas William di sela Annual Award Century 21 Platinum di Semarang, Sabtu (18/01/2020).

Baca juga: Pengembang Harap Pemerintah Berikan Bantuan PSU untuk 50 Rumah

Sementara itu, konsumen end user juga semakin cerdas untuk lebih memilih properti yang ditawarkan dengan harga di bawah Rp 500 juta.

"Lebih dari angka itu banyak yang menahan diri. Pemasaran properti di angka Rp 3 miliar ke atas belum terlalu banyak," kata William.

Setelah pemilihan presiden usai, lanjut William, penjualan properti pun berangsur membaik.

Untuk itu, tahun 2020, para pelaku bisnis meningkatkan penjualan properti di Jawa Tengah sebesar 50 persen dibandingkan tahun lalu.

William optimistis bisnis yang dilakoninya ini bisa mencapai target dengan kondisi pasar yang cukup baik dan didukung tim marketingnya yang mumpuni.

Maka dari itu, pihaknya juga terus mengembangkan strategi pemasaran, terlebih dalam membidik pangsa pasar milenial pada era digital.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X