Marak Rumah Syariah Bodong, Basuki Dorong Pengembang Daftar Sireng

Kompas.com - 09/01/2020, 21:30 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjawab wartawan saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Sukmajaya, Bogor, Jabar, Minggu (5/1). BKP Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono menjawab wartawan saat meninjau lokasi longsor di Kecamatan Sukmajaya, Bogor, Jabar, Minggu (5/1).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus penipuan berkedok perumahan syariah kembali terjadi. Terbaru, polisi berhasil menangkap pelaku penipuan rumah syariah Multazam Islamic Residence, di Sidoarjo, Jawa Timur.

Menanggapi hal ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (9/1/2020) meminta asosiasi pengembang agar mendorong anggotanya untuk melakukan pendaftaran dan pemutakhiran data di Sistem Registrasi Pengembang (Sireng).

Hal ini dilakukan untuk menghindari penipuan rumah. Seperti diketahui, akhir-akhir ini marak penipuan rumah berkedok syariah.

Dengan sistem ini, Basuki berharap masyarakat dapat menghindari penipuan. Masyarakat hanya perlu mengakses situs https://sireng.pu.go.id/ dan memasukkan nama developer yang bersangkutan untuk mengetahui apakah telah terdaftar secara resmi.

Baca juga: Penipuan Rumah Syariah, YLKI Tuding Pemerintah Lemah Pengawasan

Menurut dia, pengembang yang terdaftar telah diseleksi oleh asosiasi. Hingga saat ini terdapat 12.802 perusahaam dari 18 asosiasi pengembang perumahan yang telah terdaftar.

Masyarakat juga dapat mencari tahu informasi mengenai rumah subsidi pada aplikasi berbasis android bernama Sistem Informasi KPR Subsidi Pemerintah (SiKasep).

Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memilih lokasi rumah subsidi yang diinginkan dari pengembang yang sudah terdaftar, bahkan mengajukan KPR rumah subsidi secara online.

Bank Syariah

Sementara itu Direktur Utama Lembaga Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (LPDPP) Kementerian PUPR Arief Sabaruddin mengatakan, bahwa tidak ada istilah pengembang syariah atau non-syariah.

Sebaliknya, yang ada adalah para pengembang menjalin kerja sama dengan perbankan dalam pembiayaan rumah melalui pemanfaatan fasilitas KPR Syariah.

Baca juga: MUI Akui Masyarakat Mudah Tergoda Produk Berlabel Syariah

Lebih lanjut Arief mengatakan, bisnis pengembang berprinsip pada perhitungan investasi dalam pengembangan kawasan perumahan, konstruksi kawasan dan bangunan, dan penetapan harga jual.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X