Pengelola Klaim Banjir Tol Cipali Akibat Luapan Air Sungai Cilalanang

Kompas.com - 01/01/2020, 16:08 WIB
Astra Tol Cikopo-Palimanan  bersama dengan Dirjen SDA PUPR serta BBWS Cimanuk-Cisanggarung Kabupaten Cirebon terjun langsung ke sungai Cilalanang, Indramayu. Dok. PT Lintas Marga SedayaAstra Tol Cikopo-Palimanan bersama dengan Dirjen SDA PUPR serta BBWS Cimanuk-Cisanggarung Kabupaten Cirebon terjun langsung ke sungai Cilalanang, Indramayu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sempat terendam banjir pada Selasa (31/12/2019). Air menggenangi ruas jalan di KM 136.200 arah Jakarta dan Cirebon atau sekitar wilayah Cikedung.

Genangan air tersebut muncul akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama satu jam. 

Guna mengantisipasi peristiwa serupa, Astra Tol Cikopo-Palimanan selaku pengelola Tol Cipali bersama dengan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dirjen SDA PUPR) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung Kabupaten Cirebon meninjau Sungai Cilalanang, Indramayu, Rabu (1/1/2020).

Baca juga: Tol Cipali Terendam Banjir 1 Jam, Pengelola Minta Maaf

Hasilnya, intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air di sungai Cilalanang meluap hingga ke badan jalan tol Cipali sepanjang 200-250 meter. 

"Kami telah melakukan pengangkatan sedimentasi yang berada pada sungai Cilalanang. Diharapkan dengan cara ini sungai dapat menampung debit air dari intensitas curah hujan yang tinggi," kata Direktur Operasi Astra Tol Cipali Agung Prasetyo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com. 

Di samping itu, Agung menambahkan, BBWS Cimanuk akan melakukan pelebaran saluran sepanjang 500 meter di hulu dan hilir sungai.

Lebih lanjut, Astra Tol Cipali juga sudah membangun drainase. Agung mengklaim pembangunan tersebut telah sesuai dengan Detailed Engineering Design (DED) yang telah disetujui oleh Kementerian PUPR pada saat itu. 

Menurutnya, sistem drainase yang ada di jalan tol hanya berfungsi sebaai saluran untuk menampung atau mengalirkan air yang berasal dari permukaan jalan tol.

Dengan demikian, sisten drainase ini tidak berfungsi menampung air yang berasal dari luar jalan tol akibat adanya perbahan tata guna lahan dan taat ruang sekitarnya. 

 

 

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X