Begini Rapor Pemerintah untuk Program Pembiayaan Perumahan Rakyat

Kompas.com - 26/12/2019, 14:32 WIB
Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo,  Direktur Utama LPPDPP Arief Sabarudin, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D. Heripoerwanto, dan Komisioner BP Tapera Adi Setianto pada saat konferensi pers di Media Center Kementerian PUPR, Kamis, (26/12/2019). Kompas.com/SuhaielaDirektur Utama PT SMF Ananta Wiyogo,  Direktur Utama LPPDPP Arief Sabarudin, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D. Heripoerwanto, dan Komisioner BP Tapera Adi Setianto pada saat konferensi pers di Media Center Kementerian PUPR, Kamis, (26/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Eko Djoeli Heripoerwanto memastikan program pembiayaan perumahan akan terus ditingkatkan.

Program pembiayan perumahan tersebut berupa Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka Perumahan, dan Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan ( BP2BT).

Sementara program Subsidi Selisih Bunga ( SSB) akan dihentikan (discontinue).

Khusus catatan akhir tahun 2019, Kementerian PUPR telah menyalurkan bantuan FLPP sebanyak 216.660 unit dan bantuan SSB sebanyak 558.848 unit sepanjang kurun 2015-2018.

"Tak hanya itu, periode Januari sampai 23 Desember 2019 penyaluran bantuan FLPP sudah mencapai 77.564 unit serta bantuan SSB sebanyak 99.907 unit," kata Eko di Jakarta, Kamis (26/12/20190.

Baca juga: Pemerintah Klaim Target Program Satu Juta Rumah Terlampaui

Untuk tahun 2020 mendatang, Pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp 11 triliun untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah pada program FLPP.

Sedangkan, untuk program SSB sebesar Rp 3,8 miliar akan digunakan untuk pembayaran akad pada tahun-tahun sebelumnya.

Pada program SBUM sebesar Rp 600 miliar digunakan untuk memfasilitasi 150.000 unit rumah.

Adapun untuk program BP2BT yang digunakan untuk memfasilitasi 312 unit rumah sebesar Rp 13,4 miliar. 

Target tersebut dapat ditingkatkan sesuai dengan kemampuan pasar hingga maksimal kurang lebih sebanyak 50.000 unit. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X