Himperra Targetkan Bangun 90.000 Rumah Tahun 2020

Kompas.com - 19/12/2019, 12:47 WIB
Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menggelar Kongres I di Jakarta, Kamis (19/12/2019). Terpilih sebagai Ketua Umum Himperra, Endang Kawidjaja, dan Sekjen Himperra Arie T Priyono. Hilda B Alexander/Komaps.comHimpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menggelar Kongres I di Jakarta, Kamis (19/12/2019). Terpilih sebagai Ketua Umum Himperra, Endang Kawidjaja, dan Sekjen Himperra Arie T Priyono.

JAKARTA, KOMPAS.com - Himpunan Pengembang Pemukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) menargetkan dapat membangun hunian 90.000 unit pada tahun 2020 mendatang.

Dari total jumlah tersebut, sebagian besar atau 60.000 unit di antaranya merupakan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan ( FLPP).

Sementara porsi rumah non-MBR sebanyak 30.000 unit.

Total jumlah target ini melebihi realisasi pembangunan rumah tahun 2019 yang mencapai 56.000 unit.

Ketua Umum Himperra Endang Kawidjaja optimistis target tersebut dapat tercapai, seiring dengan dilanjutkannya Program Pembangunan Sejuta Rumah dengan penambahan anggaran, terutama untuk skema FLPP menjadi Rp 11 triliun.

Baca juga: Tahun 2020, Pemerintah Mulai Program Rumah Berbasis Komunitas

Selain itu, Endang mengatakan, ada sejumlah alternatif pembiayaan yang diusulkan beberapa waktu lalu mendapat sambutan positif.

Pertama adalah usulan pemanfaatan dana BPJS Ketenagakerjaan (BPJS-TK) untuk program subsidi perumahan bagi anggotanya yang diusulkan beberapa waktu lalu mendapat sambutan positif.

"Semoga ini berjalan dengan baik dan dapat diterima sebagai alternatif pembiayaan untuk melanjutkan program pembangunan Satu Juta Rumah," kata Endang, di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Dia melanjutkan, selama ini, sekitar 70 persen pembeli rumah subsidi skema KPR FLPP yang dananya berasal dari pemerintah (APBN) itu adalah anggota BPJS-TK.

Jika 70 persen dari anggotanya bisa memanfaatkan dana program perumahan BPJS-TK, tentu akan lebih banyak lagi rumah yang bisa dibangun.

"Misalnya tahun depan ada 168.000 unit KPR FLPP, maka 70 persennya sudah berapa? Soal mekanisme pendanaan, bisa saja lewat reimburse perbankan,” usul Endang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X