Baparekraf Kucurkan Rp 27 Miliar untuk Revitalisasi Ruang Kreatif

Kompas.com - 17/12/2019, 11:49 WIB
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyerahkan Bantuan Pemerintah (Benpar) Bekraf 2019. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Parekraf Wishnutama di Jakarta, Senin (16/12/2019). KOMPAS.com/ROSIANA HARYANTIKementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyerahkan Bantuan Pemerintah (Benpar) Bekraf 2019. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Menteri Parekraf Wishnutama di Jakarta, Senin (16/12/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Baparekraf) menyerahkan bantuan pemerintah (banper) kepada 44 komunitas kreatif. Adapun total dana yang dikucurkan sebesar Rp 48 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk merevitalisasi 25 ruang kreatif, menambah 2.364 unit sarana, serta 479 sarana teknologi informasi dan komunikasi.

Baca juga: Baparekraf Serahkan Bantuan kepada 44 Komunitas Kreatif

Khusus untuk revitalisasi, Deputi Bidang Infrastruktur Baparekraf  Hari Santosa Sungkari mengatakan total dana yang dikeluarkan untuk program yang berjalan tahun ini sebesar Rp 27 miliar.

Untuk satu kali renovasi, Hari mengatakan setiap komunitas dapat menerima bantuan maksimal Rp 3 miliar.

"Maksimal Rp 3 miliar untuk satu renovasi, sedangkan untuk sarana maksimal Rp 1 miliar," ucap Hari kepada Kompas.com, Selasa (17/12/2019).

Direktur Fasilitas Infrastruktur Fisik Selliane Halia Ishak menambahkan, untuk revitalisasi tersebut, setiap komunitas minimal mendapatkan dana sebesar Rp 500 juta.

Untuk seleksinya, maka dilakukan verifikasi lapangan, apakah gedung tersebut layak untuk mendapatkan bantuan tersebut.

Setelah bantuan diberikan, maka Baparekraf akan mengawasi pembangunan dengan memberikan pendampingan.

"Kami juga ada asistensi juga, ada arsitek (yang mengawasi). Karena mereka biasanya bisa menyediakan desain, tapi enggak bisa konstruksinya," kata Hari.

Namun Hari menggarisbawahi, komunitas yang ingin mendapatkan bantuan dari Baparekraf terlebih dahulu harus memiliki badan hukum.

Komunitas itu juga harus berdiri minimal selama dua tahun dan mempunyai rencana jangka panjang selama tiga atau lima tahun ke depan.

AB BC Building tempat penyelenggaraan pameran Art Bali. Bangunan ini merupakan satu dari beberapa penerima bantuan pemerintah (banper) Baparekraf.www.bekraf.go.id/ AB BC Building tempat penyelenggaraan pameran Art Bali. Bangunan ini merupakan satu dari beberapa penerima bantuan pemerintah (banper) Baparekraf.
Bukan itu saja, komunitas yang mengajukan proposal juga harus memiliki gedung. Dengan kata lain, bangunan yang akan direvitalisasi memang sudah ada, baik itu gedung telantar maupun banguanan yang memang tidak pada peruntukannya.

"Jadi gedungnya harus sudah ada, misal komunitas punya gudang yang terbengkalai, rumah yang terbengkalai, bisa direnovasi jadi tempat pertunjukan, jadi sanggar, atau jadi art gallery," tutur Hari.

Hari memberi contoh bangunan bekas pabrik genting di Majalengka yang kini berubah menjadi galeri seni bernama Jatiwangi Art Gallery. Ada pula gedung AB • BC (Art Bali • Bali Collection) seluas 1.000 meter persegi.

"Kami memberikan bantuan ini untuk menambah pendapatan dari komunitas kreatif penerima," kata Selliane.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X