Repower Asia Lepas Rp 2,5 Miliar Saham

Kompas.com - 06/12/2019, 16:46 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) melepas Rp 2,5 miliar saham atau 37,69 persen melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO), dengan harga pelaksanaan Rp 100 per saham. Repower meraup dana IPO sebesar Rp 250 miliar.

Nilai pemesanan yang masuk mencapai lebih dari Rp 218,5 miliar dari yang ditawarkan Rp 2,5 miliar, sedangkan volume pemesanan mencapai 731. Hal itu menandakan minat investor ke saham Repower tinggi, apalagi perusahaan properti ini juga melepas waran Rp 1,25 miliar sebagai pemanis IPO dengan rasio 100:50.

Daud Gunawan, Head of Corporate Finance UOB Kay Hian Sekuritas, yang menjadi penjamin emisi IPO Repower Asia (REAL), di Jakarta, Jumat (5/12/2019), mengatakan bahwa periode pelaksanaan warannya sejak 5 Juni sampai 4 Desember 2020 dengan harga pelaksanaan Rp 105.

Daud menjelaskan, selama masa penawaran umum (pooling) permintaan yang masuk mencapai lebih dari 2,18 miliar lembar saham dari total saham yang ditawarkan sebanyak 25 juta lembar atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) 8.600% atau 87 kali.

"Minat masyarakat tinggi karena ditopang keyakinan prospek bisnis perseroan, baik dari sisi perusahaan maupun industri properti yang positif," kata Daud.

Penjatahan saham dan waran Repower berlangsung pada 4 Desember, sedangkan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (6/12/2019) ini. Selain UOB, penjamin emisi Repower IPO adalah MNC Sekuritas.

Sampai saat ini Repower sudah mengerjakan beberapa proyek, di antaranya Botanical Puri Asri, Green Botanical Garden, dan Pejaten Office Park. Adapun proyek-proyek ke depan yang akan dilaksanakan setelah proses IPO antara lain Apartemen Bekasi Timur, Apartemen Pasar Minggu, Pondok Cabe Town House, dan Apartemen Tangerang.

"Seluruh dana hasil dari IPO setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan kami gunakan untuk pelunasan pembelian lahan untuk pengembangan di beberapa lokasi strategis," timpal Presiden Direktur Repower, Aulia Firdaus.

Sebagai rinciannya, lanjut Aulia, alokasi dana untuk lahan di Tangerang mencapai 47,23 persen, kalau lahan di Bekasi Timur 36,67 persen, sedangkan untuk di Pasar Minggu 10,19 persen. Adapun lahan di Tangerang Selatan (Pondok Cabe) sebesar 5,92%.

Dia menambahkan, Repower tengah menggulirkan rencana hunian berkonsep education and transit oriented development (ETOD) di sejumlah lokasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Konsep ini berorientasi menintegrasikan fasilitas pendidikan bagi para penghuni sekaligus memberikan kemudahan akses transportasi.

"Konsep ini akan lebih intensif diimplementasikan dalam future development kami di tiga proyek apartemen di Bekasi Timur, Tangerang, dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan," kata Aulia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X