"Inclusivity", Tema Bintaro Design District 2019

Kompas.com - 29/11/2019, 18:06 WIB
Salah satu instalasi pameran Bintaro Design District 2019 (BDD 2019) bertema Inclusivity. Dok. Biro Komunikasi Bintaro Design District Salah satu instalasi pameran Bintaro Design District 2019 (BDD 2019) bertema Inclusivity.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pameran kreatif berbasis arsitektur dan desain Bintaro Design District (BDD) kembali digelar dari 28 November hingga 7 Desember 2019.

Pameran yang pertama kali diadakan tahun 2018 lalu itu diselenggarakan oleh empat kurator, yaitu Andra Matin, Budi Pradono, Danny Wicaksono, dan Hermawan Tanzil. BDD kali ini mengambil tema “Inclusivity”.

Menurut keempat kurator, tema "Inclusivity" dipilih dan ditawarkan pada peserta BDD 2019 karena arsitektur dan desain dipandang sebagai sebuah pendekatan yang mampu memberi solusi bagi berbagai persoalan ruang maupun kehidupan.

"Inclusivity" juga merupakan sebuah bentuk ajakan para arsitek dan desainer untuk merangkul para penyandang disabilitas agar mereka turut serta dalam membumikan seni arsitektur dan desain.

Tujuannya pun diharapkan agar mereka dapat melihat sekeliling ruang di mana berbagai macam persoalan selama ini pernah tak terpikirkan.

Baca juga: Bintaro Design District, Inisiatif Desainer dan Arsitek Berbagi Bersama Warga

"Misalnya, teman-teman disabilitas yang membutuhkan berbagai fasilitas umum yang aman dan nyaman, pedagang kaki lima yang dagangannya kurang laku karena desain gerobak atau kemasannya tak menarik karena mereka tak mengerti pentingnya citra bagi usahanya, dan lain sebagainya,” kata Budi Pradono, salah satu kurator acara tersebut.

Tahun ini, sebanyak 98 studio arsitektur dan desain mendaftar menjadi peserta BDD 2019. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dari jumlah peserta pada penyelenggaraan tahun lalu yang hanya diikuti sebanyak 45 peserta. 

Peserta BDD 2019 pun berdatangan dari kota dan bahkan negara lain, seperti Bandung, Surabaya, Bali, dan Praha.

Tak hanya itu, Miles Production, perusahaan film milik Mira Lesmana, juga turut andil sebagai peserta BDD dan tentu memberi warna baru yang dapat menampung berbagai kolaborasi.

Program yang dirancang oleh peserta BDD 2019 ini mulai dari pameran instalasi, pameran arsip dan maket karya, open studio, pemutaran film, juga beragam workshop, serta diskusi.

BDD diharapkan bisa menjadikan Bintaro sebagai sebuah inkubator kreatif yang dapat menjembatani komunitas kreatif yang ada di Bintaro dengan komunitas kreatif-komunitas kreatif yang ada di wilayah lain di sekitarnya, seperti Jakarta dan Tangerang, juga daerah lain di Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X